BeritaPertanian

Badan Pertanahan Nasional Jember Dikepung Ratusan Petani

×

Badan Pertanahan Nasional Jember Dikepung Ratusan Petani

Sebarkan artikel ini
Badan Pertanahan Nasional Jember Dikepung Ratusan Petani
BPN Jember Saat Dikepung Wartani (Foto:Rul) 

JEMBER – Ratusan petani Curah Nongko, Kec. Tempurejo Jember Jawa Timur, yang tergabung dalam Wadah aspirasi warga petani Curah Nongko(Wartani), mengepung kantor Badan pertanahan Nasional(BPN) Jember, Selasa (10/1/17). 
Ratusan petani tersebut sebelum ditemui kepala BPN Jember, Kuswidarbo, mengadakan orasi di atas mobil didepan kantor pertanahan tersebut, bahkan sempat membuat macet jalan KH. Sidiq Talangsari Jember Kidul.
Kepala BPN, Kuswidarbo mengatakan, “BPN Jember tetap menampung aspirasi para petani, dan akan ditindak lanjuti ke pusat, bahkan BPN Jember tak punya wewenang memberi keputusan dengan hal tanah Curah Nongko ini,” Katanya. 
Ia menegaskan, kita tetap akan tindak lanjuti semuanya kepusat, dan jangan kuatir, pasti akan kami bantu semua. 
Ketua wartani, Yateni mengatakan, “dalam hal permasalahan tanah Curah Nongko ini, telah berjalan sesuai mekanisme dan tetap melibatkan wartani sesuai kesepakatan bersama, tapi dalam perjalanan tersebut, diduga ada petugas BPN turun kelapangan tanpa ada kordinasi dengan wartani, bahkan petugas tersebut diduga ada kepentingan pribadi.” Terangnya.
Dijelaskannya, bahwa wartani telah menemukan berapa hal yang bisa mengakibatkan situasi Curah Nongko tidak kondusif dan saling curiga, dan bisa menimbulkan hal-hal yang tak di inginkan satu dengan yang lain.
“Dengan gerakan mengepung BPN tersebut, bahwa paling tidak BPN jangan main-main dengan kasus tanah yang berjumlah sekitar 332 hektar tersebut.” Tegas Yateni. 
Pantauan RADAR-X dilapangan saat meliput, ratusan petani Curah Nongko, Kec. Tempurejo, yang tergabung dalam Wartani, mengepung kantor BPN Jember, dengan menggelar orasi di depan kantor yang mengurusi tanah tersebut, bahkan sambil menunggu kepala BPN menemui mereka, akhirnya perwakilan petani ditemui diruang aula dan dikawal ketat petugas polisi, dan akhirnya pengunjuk rasa membubarkan diri setelah diberitahu korlapnya.(Rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page