Satu Terduga Diperiksa Polisi Terkait Meninggalnya Anak Usia 4 Tahun di Sumenep

1
113
Jasat Korban sebelum di Evakuasi di Sumur tua di Desa Tamba Agung Ares, Sumenep. (Foto:Hol)

SUMENEP, RADAR-X.Net – Kasus dugaan pembunuhan balita yang ditemukan meninggal di dalam sumur di Kabupaten Sumenep, semakin menemukan titik terang.

Pasalnya, saat ini Polres Sumenep terus bergerak cepat menyelidiki kasus dugaan pembunuhan yang menimpa bocah berumur 4 tahun tersebut.

“Satu orang, perempuan,” terang Kapolsek Ambunten, AKP Junaidi saat dihubungi sejumlah media melalui sambungan selularnya, Rabu (28/4).

Polisi memeriksa seorang terduga pelaku yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Junaidi menerangkan, terduga pelaku sengaja diundang untuk dimintai klarifikasi soal dugaan pembunuhan Selvy Nur Indah Sari, perempuan asal Desa Tamba Agung Ares, Kecamatan Ambunten itu.

“Saat ini masih diperiksa di Mapolres Sumenep. Kami undang secara tertulis, bukan ditangkap ya!, sekarang masih diperiksa di Mapolres Sumenep. Status terduga masih saksi,” ujar Junaidi.

Ditanya soal pemeriksaan saksi kepada terduga berpotensi naik menjadi pelaku, pihaknya enggan berkomentar lebih jauh.

“Iya nanti rilisnya Kasubbag Humas sama Kapolres Sumenep,” timpal Junaidi.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah bernama Selvy Nur Indah Sari (4), warga Desa Tamba Agung Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep ditemukan tewas dalam sumur tua di Desa Ambunten Tengah pada Rabu (21/4/2021) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca Juga:  Eksepsi Ditolak, Sidang Kasus Palu Arit Dilanjutkan Sidang Sela Putusan

Korban dikabarkan menghilang secara misterius di kediaman neneknya di Desa Tamba Agung Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Minggu (18/4/2021) kemarin.

Sebelum menghilang, putri dari pasangan suami istri (pasutri) Alm. Abd. Ghani dan Hamidah ini masih sempat bermain dengan teman sebayanya di rumah neneknya yang tak jauh dari rumah korban. (Hol)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.