“HATE SPEECH” Terhadap Ulama’ Terus Didalami, Dua Pemilik Akun FB Berikan Keterangan

0
0

SAMPANG, RADAR-X.net – Kasus ujaran kebencian (Hate Speech) terhadap salah satu tokoh Ulama’ di kabupaten Sampang Madura, yang dilontarkan melalui komentar oleh pemilik akun Facebook di salah satu grup Komunitas Kabar Madura 2015 beberapa waktu lalu terus didalami oleh Polres Sampang.

Dengan beredarnya kabar bahwa akun yang telah memposting dan memberikan komentar yang mengandung ujaran kebencian telah resmi dilaporkan ke Polres Sampang. Akhirnya dua orang pemilik akun Facebook tersebut, pada Senin, 12 Juli 2021 telah mendatangi Mapolres Sampang untuk memberikan keterangan dan menunjukkan bukti-bukti komentarnya serta meminta maaf atas perbuatannya.

Berdasarkan pantauan awak media radar-x di lokasi, kedua pemilik akun Facebook tersebut tiba di Mapolres Sampang sekitar pukul 10:30 WIB dan memberikan keterangan kepada penyidik di ruang unit lll polres Sampang Madura.

AS pemilik akun Facebook Asrul Arsana saat dikonfirmasi oleh awak media radar-x di Mapolres Sampang mengatakan, bahwa keterlibatan dirinya dalam memberikan komentar yang tidak wajar karena terpengaruh.

“Sebenarnya saya tidak tau kalau akhirnya seperti ini, dan saya tidak sadar kalau komentar saya itu mengandung ujaran kebencian.” Ucap pemilik akun Asrul Arsana

Baca Juga:  Puluhan Wartawan Pasee Gelar Aksi Damai, Terkait Tindak Kekerasan Oleh Oknum TNI AU

“Waktu saya buka aplikasi Facebook, Saya langsung melihat ada banyak komentar tentang vaksin, ya sudah saya ikut-ikutan namun tak lama kemudian Saya sadar dengan komentar saya, bahwa komentar saya di grup itu salah.” Imbuh Sunan

Hal senada diungkapkan oleh pemilik akun Facebook Zain Diningrat, dan dirinya dengan tulus menyesali perbuatannya.

“Demi Allah Saya tidak tau mas…! Bahwa di grup Facebook itu membicarakan vaksinasi dengan komentar-komentar yang negatif.” Ucap Zain.

“Tanpa saya sadari mas, kenapa saya bisa ikut-ikutan memberikan komentar negatif, dan sekarang Saya baru sadar bahwa memiliki media sosial harus hati-hati.” kata Zain pemilik akun Diningrat

Sementara Kasat Reskrim AKP Sudaryanto SH. MM, melalui Kanit III, Ipda Indarta SH, saat ditemui di ruangannya mengatakan bahwa pengaduan dari LBH IS’AD Gersempal masih ia dalami.

“Pengaduan ini masih kami dalami. Karena kami juga harus mengumpulkan bukti-bukti yang cukup kuat terkait dengan UU ITE.” Kata Indarta

Saat ditanya hasil penyidikannya, Indarta mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya masih meminta keterangan pada beberapa saksi dan pemilik akun Facebook yang memberikan komentar.

Baca Juga:  Sekber Pers Indonesia Sesalkan Penahanan Wartawan di Bireuen

“Kami dari pihak kepolisian mohon kerjasamanya kepada para saksi dan simpatisan Ulama’ untuk membantu memudahkan penyidikan kami.” Pungkas Indarta. (MK/TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.