Geram Menunggu Jawaban Inspektorat, Warga Desa Wanakaya Akan Lanjut Laporannya Ke Polres

0
534

INDRAMAYU, RADAR-X.net – Berawal dari menunggu kepastian jawaban dari Inspektorat yang berjanji akan menuntaskan persoalan ricuh terkait keabsahan ijasah paket B/wushta milik SN kuwu Desa Wanakaya Kecamatan Haurguelis Kabupaten Indramayu, membuat warga setempat geram.

Supardi, salah satu warga Desa Wanakaya geram, dan kembali mendatangi Sekretariat DPC LSM KPK Nusantara yang terletak di Jl. Tembaga Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Pasalnya, kedatangan Supardi pada Sabtu (20-11-21) selaku pelapor adanya dugaan pemalsuan ijasah paket B/wushta dengan ketentuan pasal 263 KUHP Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 69 ayat (1) tentang sistem Pendidikan Nasional pada tanggal 18 bulan Februari 2019 lalu pada Polres Indramayu.

Kali ini Supardi meminta kepada Agus selaku ketua LSM KPK Nusantara untuk meminta pendampingan laporannya kembali pada Senin (22-11-21) ke Polres Kabupaten Indramayu.

Menurut Supardi, kepada team media radar-x yang berada di sekretariat LSM KPK Nusantara mengatakan, jika menunggu hasil jawaban dari team investigasi inspektorat dirinya tidak yakin akan ada kepastian.

Baca Juga:  Denny Arief Cahyadi Temui ILham Mulyadi Terkait Pernyataan Salah Satu Dokter Hewan Di Bondowoso

“Saya tidak yakin jika menunggu Jawaban dari team investigasi inspektorat. Karena, salah satu oknum team yang sudah dikenal dalam selalu membela keras kuwu SN, kedekatannya sangat kental sekali,” kata Supardi.

Sementara Agus mengatakan, pihaknya selaku team yang peduli dengan kepentingan masyarakat khususnya dalam kepentingan membela kebenaran, akan selalu siap membelanya, namun semuanya ada mekanisme dan aturan hukumnya seperti apa, tidak semaunya sendiri.

“Kami juga menyayangkan dengan kinerja team Inspektorat Kabupaten Indramayu pada klarifikasi pertamanya menemui Slamet salah satu team investigasi inspektorat kabupaten Indramayu. Slamet saat itu yang mengatakan keabsahan ijasah paket B/wushta milik SN itu betul keabsahannya,” kata Agus.

Namun saat Agus menanyakan dari dasar apa kalau keabsahannya itu betul. “Dari hasil klarifikasi team Inspektorat pada saat itu klarifikasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah,” Jawab Slamet.

“Disitulah dalam hati saya tertawa, sekelas Inspektorat tidak bisa membedakan antara Investigasi dan klarifikasi.” Tukas Agus.

“Akhirnya saya, meminta audensi Resmi klarifikasi/konfirmasi lagi pada Inspektorat kabupaten Indramayu dan meminta dihadirkan team yang Investigasi pada saat itu ikut dalam investigasi bersama slamet,” tandas Agus.

Baca Juga:  Heriyanto Kades Glundengan Usir Wartawan Saat Dikonfirmasi Terkait Dugaan Kontraktualkan Dana Desanya

Agus menjelaskan, pada pertemuan kedua audensi dihadiri kedua rekannya, dalam pembicaraan awal Slamet barulah menunjukan berkas-berkas dimana dia mengatakan hasil jawaban masalah keabsahan ijasah paket B/wuhsta itu berdasarkan berkas-berkas yang beliau tunjukkan. Salah satunya surat yang menyatakan benar ijasah itu dari Dinas Pendidikan Kabupaten Batang Provinsi Jateng.

“Sayang lagi-lagi saya menemukan kejanggalan yang tertera dalam tulisan disitu salah antara nomor peserta dengan nomor yang tertera pada ijazah yang diduga keabsahannya palsu,” terang Agus.

Dari hasil audensi kedua Agus selaku Ketua LSM KPK Nusantara, mengingatkan kepada Slamet permasalahan uji keabsahan ijazah paket B/wushta, jangan dianggap sepele karena dampak dari keabsahan ini menentukan masalah dampak dari kerugian negara itu sangatlah besar, hingga akhirnya di putuskan team inspektorat kabupaten Indramayu akan menginvestigasi ulang ke kabupaten batang provinsi jawa tengah. Namun sayangnya hingga sampai saat ini, pihaknya belum juga mendapatkan jawaban apa-apa dari Slamet.

(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.