![]() ![]() |
| Foto : Korban saat menjalani perawatan di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso (Sukri) |
Seperti, Rabu(21/09/2016) Pukul18.00 -19.30 WIB, malam ini. Bertempat dirumah Karyadi, alamat di dusun Gudang seng Rt 18 /Rw 8, desa Koncerkidul, Kec. Tenggarang, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Telah terjadi penusukan terhadap seorang PSK, MY(25)(inisial-red), alamat desa sukokerto, Kec. Sukowono, Kab. Jember.
Sementara itu, menurut hasil keterangan yang berhasil dihimpun Radar-X, penusukan tersebut dilakukan oleh Misbah (26), alamat desa Jambisari, Kec. Jambisari, Kab. Bondowoso.
Adapun kronologi kejadianya, Pukul 18.00 WIB, korban MY datang kerumahnya karyadi dengan menaiki becak, lalu korban minum kopi di warung karyadi. Beberapa menit kemudian, sekitar Pukul 18.05 WIB, pelaku bersama rekannya dengan mengendarai sepeda motor yamaha Vixion sampai di warung kopi pak karyadi, lalu sipelaku melihat korban masuk ke kamar sehingga pelakupun pun masuk ke dalam kamarnya korban.
Tragis, sekira 20 menit kemudian, tiba- tiba terjadi adu mulut didalam kamar, sehingga terjadi penusukan dan terdengar suara teriakan.
Karyadi, pemilik warung mendengar teriakan tersebut, langsung masuk kamar rumahnya dan menemukan korban sudah terluka kena tusukan pada bagian leher dan pelaku sudah tidak ada karena melarikan diri bersama rekannya.
Dengan kejadian ini, korban di bawa oleh pihak kepolisian ke RSUD Dr Koesnadi Bondowoso, untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Karena kondisi kritis akhirnya korban di bawa ke RSUD Dr Soebandi, Patrang, Kab. Jember.
Penjelasan Karyadi, saat ditemui Radar-X, dirumahnya, “saya juga heran mas, kok sampai terjadi seperti ini, awalnya bertengkar didalam kamar dan untuk penyebab penusukan ini saya juga tidak tau. Muro-Muro korban sudah berdarah didalam kamar,” tandasnya.
Pantauan Radar-X, dilokasi kejadian, pelaku masih dalam pencarian pihak kepolisian karena melarikan diri dan rumah tempat PSK di tusuk sudah di les polis oleh pihak kepolisian polres Bondowoso.
Sampai berita ini diterbitkan di TKP relatif kondusif dan masih banyak kerumunan masa yang ingin melihat. (sukri/nuzul)
















