Usir Wartawan Saat Meliput, Ketua PWRI Sampang: Kami Akan Tindaklanjuti Kasus Ini

0
388

SAMPANG, RADAR-X.net – Insiden pengusiran wartawan kembali terjadi, kali ini dilakukan oleh oknum kepala sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) desa Batorasang Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Pengusiran tersebut terjadi pada Kamis 06 Oktober 2021. Peristiwa itu bermula saat salah satu wartawan dari mmcnews.id dan dua rekan lainnya sedang melakukan liputan di sekolah SMP, dimana saat itu sedang simulasi ANBK. Dari kegiatan simulasi ANBK di SMP tersebut diduga terdapat kejanggalan sehingga mengharuskan insan pers untuk konfirmasi ke pihak sekolah.

Kejanggalan dalam simulasi ANBK di SMP itu berawal ketika media mmc.news.id menjumpai salah satu warga, yang mengatakan bahwa Keponakanya itu masih kelas VI SD. Namun di kasih seragam SMP untuk ikut ujian.

“Masyarakat tidak faham ujian apa itu, dia juga mengatakan jika murid SMP itu sedikit, kalau ada pengecekan dari Kabupaten murid SD dipinjami seragam SMP, bahkan yang nggak sekolahpun di kasih seragam.” Kata warga kepada awak media mmc.news.id

Dengan adanya informasi dari warga, wartawan dari media mmc.news.id bersama dua orang rekanya mencoba konfirmasi ke pihak sekolah, dan dengan etika yang baik para wartawan sudah minta ijin untuk konfirmasi supaya bisa mendapatkan informasi agar penyajian berita akurat dan berimbang. Namun yang terjadi adalah insiden pengusiran oleh oknum kepala sekolah.

Baca Juga:  GP Ansor Indramayu Laporkan Welly Ke Polres

“Sudah sampean tidak perlu tahu, bukan kapasitas sampean untuk tau itu, dan buat apa sampean tanya itu, biar kamu tau, semua lembaga mengadakan ujian ANBK hanya kendalanya sekolah keterbatasan server. Pulang kamu, pulang sana.” Tutur wartawan mmc.news.id meniru perkataan kepala sekolah.

Menanggapi hal tersebut, H. Moh. Yusuf, S.Pd., MH, ketua Persatuan wartawan Republik Indonesia (PWRI) kabupaten Sampang, sangat kecewa terhadap oknum kepala sekolah dan ia akan menindaklanjuti kasus pengusiran terhadap wartawan.

“Saya sangat menyayangkan atas pengusiran pada wartawan oleh kepala sekolah saat hendak konfirmasi.” ucap H. Yusuf

Menurutnya, oknum kepsek tersebut sudah melanggar UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, yang di atur dalam pasal 18 ayat 1 yang tertulis ”Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah) makanya perlu kami di tindaklanjuti.

Baca Juga:  Kakek Cabuli Anak 7 Tahun Akhirnya Tertangkap

“Kepsek tersebut sudah melanggar UU nomer 40 tahun 1999, tentang Pers dan bisa dipidana, dan kami akan menindak lanjuti kasus ini.” Imbuh H. Yusuf.

“Maka saya selaku ketua PWRI kabupaten Sampang, akan segera menindaklanjuti kasus ini, agar tidak terjadi lagi pengusiran terhadap teman-teman wartawan oleh siapapun, apalagi mmc.news.id tergabung di organisasi kami.” Pungkas H. Yusuf. (MK/TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.