![]() ![]() |
| Lokasi tempat kejadian perkara jatuhnya mahasiswi yang menabrak pembatas jalan (Foto:Dafid) |
BANYUWANGI, Radar-X.Net – Mahasiswi Kebidanan Rustida hendak berangkat ke kampus mengalami kecelakaan di depan sekolah Kampus 2 SMA Muhammadiyah 2 Genteng jalan Jember KM2 Setail Genteng. Pasalnya mahasiswi tersebut menabrak pembatas yang ada di depan sekolah karena tidak ada satpam pengatur lalulintas di titik lokasi saat kejadian, Sabtu (01/04/2017).
Saksi mata yang ada di lokasi kejadian mengatakan, “anak kuliah tadi itu yang berboncengan menabrak pembatas di tengah jalan itu, di depannya ada mobil sedangkan mobil belok dia nabrak dan jatuh, mungkin tidak tau kalau ada pembatas tersebut, karena tidak ada petugas dari sekolah yang mengatur lalulintas di jam anak berangkat sekolah, kejadian sekira jam 06:35 WIB, untungnya hanya luka ringan yang dialaminya.” ungkapnya seseorang yang tidak mau disebutkan namanya.
Sementara, pegawai sekolah saat di tanya awak media RADAR-X, apa tidak ada petugas pengatur lalulintas penyebrangan anak sekolah di jam sekolah begini?, bukannya dijawab dengan baik malah menyalahkan pengendara dan ngomong tidak enak dengan nada tinggi. Sebab, sekolah yang berdekatan saja petugasnya kerja extra demi keselamatan anak-anak yang hendak belajar, sedangkan di SMA kampus 2 Muhammadiyah malah tidak ada di lokasi.
Masutra Kepsek SMA Muhamadiyah 2 Genteng saat di konfirmasi melalui pesan singkat (SMS) mengatakan, “mohon maaf saya sejak jam pertama tadi tidak di kampus 2 tetapi saya di kampus 1 karena ada pemantapan materi UN siswa kelas XII sehingga baru tau dari njenengan kalau di kampus 2 ada kejadian.” Katanya.
Ia menjelaskan, bahwa setiap hari Satpam pada saat siswa datang/pagi hari dan pada saat siswa pulang/siang hari berada di pinggir jalan untuk mengatur siswa yang akan melintas jalan/keluar dari lokasi sekolah.
“Hari ini di kampus 2 lagi ada acara anak-anak Osis sehingga siswa datang tidak serempak, ok mas saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya sekaligus koreksi atas kinerja kami dan atas nama Pimpinan Sekolah sy mohon maaf atas kejadian ini.” Jelasnya. (Dafid Firmansyah)














