BeritaPemerintahan

Proyek Milyaran Rupiah Diduga Tak Mengedepankan Kwalitas

×

Proyek Milyaran Rupiah Diduga Tak Mengedepankan Kwalitas

Sebarkan artikel ini
Proyek Milyaran Rupiah Diduga Tak Mengedepankan Kwalitas
(Foto : Dedi)
PASURUAN – Proyek yang dianggarkan dari pemerintah kota Pasuruan, tercium aroma dugaan penyimpangan oleh Rekanan yang mengerjakan proyek. Dengan anggaran yang cukup besar sedangkan pekerjaannya disinyalir asal jadi. 
Seperti yang terjadi dipembangunan jalan Randusari, Karangketuk, pekerjaannya diduga asal-asalan dan patut dipertanyakan terkait kwalitas pembangunan proyeknya. Anggaran yang bersumber dari DAK dengan pagu anggaran Rp. 2.872.860.000,- yang dikerjakan oleh PT. PJB(Inisial-red), masih dalam proses pengerjaan sebagian sudah mengelupas. Tentunya, dengan anggaran yang begitu besar pengawasan dan nilai kwalitas patut untuk dipertanggung jawabkan di hadapan publik.

Kejadian ini mendapat sorotan tajam dari LSM-Penjara Indonesia, ditegaskan oleh Rudi Hartono, ketum LSM-Penjara Indonesia, bentuk anggaran yang dikelola oleh pemerintah yang bekerja sama dengan rekanan, haruslah mengedepankan asas manfaat baik terutamanya kwalitasnya benar-benar dijaga, “apabila masih belum apa-apa sudah mengelupas dan masa pengerjaannya masih belum selesai, patutlah diduga pihak rekanan dan dinas terkait ada komitmen khusus untuk menguntungkan pribadi maupun korporasinya,” tegasnya, saat dikonfirmasi RADAR-X melalui telephonenya, Minggu(11/12/2016), Pukul 09.30 WIB.
“Itu yang dipakek adalah uang rakyat mas, yang disalurkan melalui APBD/APBN jadi jangan main-main dalam penggunaannya, kami pantau terus pelaksanaan proyek itu, pokoknya berani korupsi siap masuk bui,” tambahnya dengan mengakhiri pembicaraan melalui telphonenya.

Sementara itu, CV. MB(Inisial-red) dalam percakapannya menerangkan bahwa proyek tersebut masih belum selesai dan masih dalam tahap pengerjaan, jelasnya, via sambungan telphone.

Selain itu, pihak kontraktor saat didatangi kekantornya tidak ada ditempat, yang ada hanya Sekretarisnya dan menolak untuk dikonfirmasi terkait pengerjaan proyek di Jln. Randusari, Karangketuk. (Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page