Peristiwa

Pemancing Dikejutkan Penemuan Mayat Perempuan Mengapung di Sungai Perkebunan Kalirejo

×

Pemancing Dikejutkan Penemuan Mayat Perempuan Mengapung di Sungai Perkebunan Kalirejo

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI, RADAR-X.net – Warga
Kecamatan Glenmore digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di aliran sungai kawasan Perkebunan Kalirejo, Minggu (14/6/2026).

Korban diketahui bernama Atminah, warga Dusun Pengundangan RT 02/RW 04, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pemancing yang saat itu tengah beraktivitas di sekitar sungai. Saksi yang enggan disebutkan identitasnya itu mendadak terkejut ketika melihat sesosok tubuh mengapung terbawa arus. Ia kemudian segera melaporkan temuannya kepada warga setempat.

Kabar tersebut dengan cepat menyebar hingga sampai ke telinga keluarga korban. Setelah mendatangi lokasi, pihak keluarga memastikan bahwa jasad yang ditemukan merupakan Atminah, anggota keluarga mereka yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Kamis (11/6/2026).

Keluarga telah berupaya melakukan pencarian secara mandiri selama beberapa hari, namun belum membuahkan hasil. Karena tak kunjung ditemukan, pada Sabtu (13/6/2026) keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Glenmore.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Glenmore turut melakukan pencarian dan pengumpulan informasi terkait keberadaan korban. Hingga pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, petugas menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya penemuan mayat di Sungai Perkebunan Kalirejo.

Petugas Polsek Glenmore yang diwakili oleh Aiptu Rano Suriyanto dan Bripka Heris, didampingi tenaga kesehatan dari Puskesmas Glenmore, langsung menuju lokasi kejadian. Namun sebelum petugas tiba, pihak keluarga telah membawa jenazah ke rumah duka.

Di rumah duka, petugas bersama tenaga medis melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun dugaan tindak pidana.

Keluarga menjelaskan bahwa almarhumah memiliki riwayat penyakit amnesia atau lupa ingatan dan telah beberapa kali menjalani pengobatan di rumah sakit maupun puskesmas setempat.

“Almarhumah memang memiliki riwayat amnesia. Kejadian hilang dari rumah bukan hanya sekali atau dua kali. Keluarga sering dibuat khawatir karena beliau kerap pergi tanpa diketahui keberadaannya,” ungkap salah satu anggota keluarga”.

Sementara itu, pihak Polsek Glenmore menegaskan bahwa tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan dalam peristiwa tersebut. Keluarga menerima kejadian itu sebagai sebuah musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Sebagai bentuk kesepakatan, keluarga membuat surat pernyataan yang disaksikan para saksi serta didampingi pihak kepolisian. Dalam surat tersebut, keluarga menyatakan bahwa kematian almarhumah merupakan musibah dan tidak akan menuntut pihak mana pun di kemudian hari.

Usai seluruh proses selesai dilakukan, jajaran Polsek Glenmore turut menyaksikan prosesi pemandian jenazah hingga pemberangkatan almarhumah menuju tempat pemakaman setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anggota keluarga yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sehingga pengawasan dan pendampingan dapat dilakukan secara maksimal guna menghindari kejadian serupa.

(Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page