![]() |
| Situasi Saat Pembongkaran Makam (Foto: Monadi) |
Kejadian yang sangat mengagetkan pihak keluarga, disaat sang suami harus meninggal begitu saja tanpa sebab yang jelas. Sebut saja, Asmad(36), Jln. Hos Cokro Aminuto RT/RW 001/003, Ds. Karang Anyar, Kec. Ambulu, Kab. Jember, Jatim, suami sah dari Sri Tutik Iswati(40).
Pasalnya, kejadian meninggalnya Asmad tersebut saat dia pulang kerumah istri keduanya(istri sirri-red), sebut saja Bunga(samaran-red), warga Dsn. Karanganyar, Ds. Tempurejo, Kec. Tempurejo, Kab. Jember. Setahun meninggalkan istri sahnya tanpa edentitas yang jelas, Asmadpun tidak pernah memberikan kabar kepada istrinya. Tau-tau sudah diantarkan jenazahnya, kerumah keluarga istrinya yang sah.
Kabar yang berhasil dihimpun Radar-X dilokasi, Asmad meninggal karena bunuh diri disaat berada dirumah istri mudanya. Namun, dari pihak keluarga istri pertamanya curiga dengan meninggalnya korban. Akhirnya, kecurigaan itu terus menghantui keluarga, dan pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tempurejo.
Hasil laporan itu, pihak keluarga meminta pihak Polsek untuk melakukan Otopsi. Empat(4) hari dari kematian Asmad, akhirnya makam korban dibongkar oleh pihak keluarga yang didampingi oleh pihak Muspika setempat. Setelah pembongkaran mayat korban langsung dilarikan ke RS. Dokter Soebandi Patrang, Jember untuk dilakukan otopsi.
AKP. Suhartanto, SH, menjelaskan, “disaat ada laporan korban gantung diri, pihak Polsek langsung datang ke TKP dan korban sudah berpindah tempat dari tempat yang ditunjuk waktu korban gantung diri,” jelasnya, saat ditemui di lokasi pembongkaran mayat, Sabtu(01/10/2016), Pukul 10.00 WIB.
“Pihak polsek siap menindak lanjuti persoalan ini mas, kalau memang ada petunjuk bukti yang mengarah ke ranah pidana, pasti akan kami tindak lanjuti,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Taufiq(36), LSM pendamping dari keluraga korban, menegaskan, “ini sangat ganjil kejadiaanya, makanya kami meminta pihak-pihak terkait untuk mengusut tuntas kasus ini, ini persoalan nyawa yang tidak bisa ditolerir,” tegas taufiq, salah satu tim Divisi Advokasi di LSM-KPK Nusantara(Komunitas Pemantau Korupsi).
Hal senada dikatakan oleh Drs. Bayu(40), “kami akan dampingi pihak korban ini mas, kita tunggu saja hasil otopsi dari pihak rumah sakit,” pungkas Bayu yang juga satu LSM dengan Taufiq. (monadi/tukimin)












