Masyarakat Mengeluh, Rabat Beton Banyak Yang Retak

0
24

SAMPANG, RADAR-X.net – Pengerjaan Betonisasi jalan poros penghubung kecamatan Tambelangan – Banyuates kabupaten Sampang dikeluhkan masyarakat setempat, karena diduga kualitas bahan kurang bagus hingga banyak yang retak.

Berdasarkan penelusuran awak media radar-x di lapangan, sampai saat ini pengerjaan tersebut sedang dilaksanakan, namun hasilnya banyak yang retak, sehingga masyarakat setempat mengeluh dan kecewa dengan hasil tersebut. Minggu (20/06/2021).

Diketahui, kegiatan yang bernilai fantastik itu Rp. 6.674.435.000 (Enam Miliar Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Empat Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah) dikerjakan oleh PT Haka Utama Sejahtera yang anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sampang tahun anggaran 2021, namun dikeluhkan masyarakat setempat.

FS warga asal desa Tambelangan merasa kecewa dengan pekerjaan tersebut.

“Ini kan jalan umum, seharusnya pekerjaan itu lebih maksimal lagi, agar tidak menghambat perekonomian masyarakat.” Ucap FS Inisial

Menurutnya, seharusnya selama kegiatan itu dikerjakan, harus ada jalan alternatif, agar tidak menjadi penyebab dalam tersendatnya akses perekonomian masyarakat.

Baca Juga:  Proyek DAS Kalilo Dikhawatirkan Menyebabkan Banjir Diprotes Aliansi Rakyat Miskin

“Ini kan proyek besar mas..! selama kegiatan berlangsung, harus ada solusi yang baik terhadap masyarakat, agar tidak mengganggu aktivitas orang lain, soalnya jalan ini merupakan satu-satunya jalan dari kecamatan Tambelangan menuju Banyuates, begitu juga sebaliknya.” Lanjut FS saat ditemui di lokasi

Senada diungkapkan warga yang lain, MF inisial warga asal Birem, ia juga mengeluh dengan lambatnya pekerjaan tersebut.

“Kalau pekerjaan lambat seperti ini, aktivitas masyarakat harus bagaimana dan harus lewat mana?.” Keluh MF

“Ini kan jalan utama, dan hanya jalan satu-satunya apabila masyarakat hendak kemana-mana. Kalau kayak gini lewat mana lagi kita,” lanjut MF

Tidak hanya warga yang mengeluh, salah satu tokoh di kecamatan Tambelangan, sebut saja HS (inisial) juga menyayangkan lambatnya pengerjaan tersebut.

“Saya juga mersa kasihan pada masyarakat dari 3 desa ini mas, yaitu masyarakat desa Birem, Somber, dan Tambelangan, karena jalan itu adalah satu-satunya akses bagi perekonomian dan aktivitas mereka.” Ungkap HS

“Dan saya sangat menyayangkan dengan lambatnya kegiatan tersebut, padahal pengerjaan itu sudah hampir 28 hari, namun hasilnya masih kurang lebih 600 meter.” Jelas HS.

Baca Juga:  Lagi-lagi Bencana Banjir Bandang Lebih Dahsyat Di Kecamatan Ijen

Sementara itu Pelaksana Lapangan (PL) Safirin, saat dikonfirmasi oleh beberapa media pada Minggu (20/06/2021) mengatakan, bahwa keretakan yang ada akan diperbaiki.

“ya mas, akan kami perbaiki,” ucap Safi sapaan akrabnya singkat.

Selain akan memperbaiki hasil pekerjaan yang retak, Safirin juga mengatakan bahwa lambatnya pengerjaan betonisasi tersebut dikarenakan faktor cuaca.

“Faktor hujan mas, iya kalau target saya perhari sampai 100 meter,” dalih Safirin

Hingga berita ini diterbitkan, masih belum ada keterangan dari Dinas terkait. (MK/TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.