INDRAMAYU, RADAR-X.net – Keberadaan pejabat Dirut PDAM Adi Setiawan pada setiap kegiatan Bupati Indramayu Nina Agustina SH.MH.Cra., menjadi sorotan serius Aktivis penggiat anti korupsi, diantaranya dari Ketua LSM KPK Nusantara DPC Indramayu Jawa Barat.
Dari penelusuran awak media Radar-X.net mendalami kabar rumor tersebut, Pasca pengunduran diri Lucky Hakim selaku Wakil Bupati Indramayu, memang Dirut PDAM Indramayu, Adi Setiawan kerap selalu hadir dalam setiap kegiatan Bupati Nina Agustina SH.MH.Cra, bahkan di rapat internalnya PT BWI pun Adi Setiawan dilibatkan.
Dilansir dari video wawancara Bupati Nina Agustina tersiar di media sosial Facebook yang mengatakan, “kalau masyarakat memandang adanya kecocokan peran Adi Setiawan menjadi wakil bupatinya, kenapa tidak. Imbuhnya Bupati akan mengikuti keinginan masyarakat saja.” Ujar Nina dalam Video yang tersebar di media sosial.
Di lain tempat Agus Seha selaku aktivis penggiat anti korupsi yang kerap menyoal pernyataan Adi Setiawan terkait 158 Organisasi yang sudah dibantunya, ia berkomentar peran kebersamaan Adi Setiawan dalam giat Bupati Indramayu menurutnya mengatakan, “Kebersamaan itu memang saya sendiri bertanya-tanya dalam hati ini ada apa?, dan apa sebenarnya tugas dan fungsinya beliau menjadi Dirut PDAM Indramayu, kalau untuk menggantikan posisi lucky hakim yang viral mundur dari jabatannya sebagai wakil bupati, sepertinya tidak semudah itu.” Ucap Agus Kamis (23/02/23).
“Kalau hanya sewaktu-waktu peran Dirut PDAM mengikuti giat bupati mungkin tidak jadi soal, tetapi kalau terus menerus, tentunya tidak dibenarkan. Apalagi kegiatan yang menyangkut pengambilan keputusan kebijakannya misalkan diikutsertakannya dalam rapat internalnya PT BWI.” Tambah Agus.
“Terus kaitannya dengan statemen Ibu Bupati Nina Agustina SH.MH.Cra., yang mengatakan Adi Wijaya kalau di anggap cocok menggantikan posisi lucky Hakim sebagai wabup. Menurut saya pergantian Wabub Indramayu tentunya keputusan tersebut nanti bukan ranah penilaian dari masyarakat dalam hal ini Bupati tidak bisa mengaitkan penempatannya dengan masukan dari masyarakat, kecuali pada saat pilkada. Penempatan wabup itu domainnya parpol pengusungnya,” terang Agus.
Agus menambahkan, sekedar menyarankan agar pengganti lucky bukan orang yang sama sekali tidak pernah terlihat dalam proses politik, justru kalau itu dilakukan sangat mencurigakan opini masyarakat yang berlebihan.
Mungkin juga kebersamaan itu sebagai pintu masuknya melalui pemberitaan yang menyampaikan bahwa setiap kegiatan bupati Adi setiawan selalu bersamaan dengan Nina Agustina yang sedang menjalankan fungsi pemerintahan.
“Untuk itu dalam waktu dekat DPC LSM KPK Nusantara yang tergabung bersama AIB (Aliansi Indramayu Berdaulat) akan mempertanyakan juga kepada wakil Rakyat DPRD Indramayu.” Tutup Agus
(Tim/Red)














