“Kadinkes Jatim: Orang Madura Lalai Hadapi Covid-19”, Sorotan Keras Dari Aktivis Sampang

0
282

MADURA, RADAR-X.net – Beredar di beberapa media online bahwa Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Timur, Herlin Ferliana, menyatakan bahwa orang Madura lalai menghadapi pandemi Covid-19.

Dalam pengungkapan Pernyataan tersebut beberapa waktu yang lalu, mengundang reaksi suara para aktivis Sampang, karena dianggapnya tidak pantas diutarakan oleh seorang Publik Figure.

Berdasarkan penelusuran media ini, di beberapa media bahwa Kadinkes Jatim menyalahkan masyarakat Madura, dengan tegas ia mengatakan sebagian besar orang Madura tidak mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Hal itulah yang membuat para aktivis Sampang angkat bicara termasuk ketua Jaspenu Sampang. Sabtu (12/06/2021).

H. Faris Reza Malik ketua Jaspenu, sangat kecewa dengan pernyataan kepala dinas kesehatan provinsi Jawa timur yang menyalahkan masyarakat Madura.

“Telah beredar di berbagai media online pernyataan Kadinkes Jatim bahwa lonjakan Covid-19 di Bangkalan karena masyarakat Madura lalai dan tidak mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes). Pernyataan semacam itu tidak pantas dilontarkan oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).” Ucap Faris

“Jangan salahkan rakyat Madura terkait lonjakan Covid-19 di Bangkalan, selaku Aparat Sipil Negara (ASN), dan sebagai pimpinan yang mempunyai tugas untuk menangani pandemi Covid-19 Seharusnya OPD terkait harus mensosialisasikan dan menerapkan prokes di masyarakat, jangan langsung menyalahkan.” Tandas Faris

Baca Juga:  Kegiatan BKPRMI di Limbung Cidarai Kebebasan Pers

Menurutnya, jika sebagian masyarakat tampak tidak mematuhi prokes, bisa saja karena sosialisasinya tidak tuntas. Jadi, jangan salahkan masyarakat apabila gagal melakukan sosialisasi prokes.

Ia sangat menyayangkan Kadinkes Jatim tersebut, padahal bekerja digaji rakyat untuk melayani masyarakat. Bukan menyalahkan masyarakat.

Lebih luas kepada media ini Faris mengatakan, “Jika tidak mampu memberikan pelayanan, seperti sosialisasi prokes dan sebagainya, silahkan mundur saja, biar tidak hanya menyalahkan masyarakat,” tegas Faris.

Pernyataan Herlin Ferliana, yang dianggap tidak enak di dengar itu juga di tanggapi Hanafi, Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Sampang. Menurutnya, lonjakan kasus pandemi Covid-19 terjadi di Kabupaten Bangkalan.

“Padahal Madura itu ada empat Kabupaten, kok malah masyarakat Madura yang dianggap lalai prokes. Bangkalan itu salah satu Kabupaten di Madura,” kata Anaf panggilan akrabnya.

Anaf juga menduga bahwa Kadinkes Jatim, salah dalam menyimpulkan kasus melonjaknya pandemi Covid-19. Kasusnya di Kabupaten Bangkalan, kenapa bisa se Madura.

“Sepertinya Kadinkes Jatim tidak paham cara menangani masalah pandemi Covid-19. Seharusnya jika terjadi lonjakan, sosialisasi dan tindakan preventif di tingkatkan. Bukan malah menyalahkan masyarkat,” lanjut Anaf dengan kecewa.

Baca Juga:  Dana BUMK Desa Telaga Mekar Tahun 2018 Rp.112 Juta, Isteri Kades Pinjam 60 Juta

Menurut Anaf, kalau kemampuan Herlin Ferliana, hanya bisa menyalahkan masyarakat, berati tidak layak menjabat Kadinkes Jawa Timur karena Masyarakat butuh pelayan yang profesional dan tangguh. Bukan yang se enaknya ngomong.

Syamsul Arifin sekretaris DPC Lsm KPK Nusantara Sampang.

Secara terpisah, Syamsul Arifin sekretaris KPK Nusantara DPC Sampang mengungkapkan, bahwa yang terjangkit virus saat ini yaitu masyarakat Bangkalan, bukan masyarakat Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

“Kami berharap kepada semua publik figur, kalau mengeluarkan statmen jangan asal ceplas-ceplos, ya difikir dulu dong.” Ucapnya

“Karena di setiap kata-kata dan perilaku publik figur merupakan contoh bagi masyarakat.” Pungkas Arif. (MK/TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.