Berita

Akses Jalan ke Rumah Wabup Hancur, Pemkab Sampang Dikritik

×

Akses Jalan ke Rumah Wabup Hancur, Pemkab Sampang Dikritik

Sebarkan artikel ini
Akses Jalan Dari Karang Penang Menuju Rumah Wabup Sampang, Ahmad Mahfud Rusak Parah. (Foto: Istimewa)

SAMPANG, RADAR X.Net – Jalan kabupaten yang menghubungkan Batulenger–Karangpenang di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, kembali menjadi sorotan tajam warga, Senin (02/05/2025)

Setelah diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir, kondisi jalan ini berubah drastis menjadi kubangan berlumpur dan penuh lubang. Ironisnya, jalur rusak parah ini merupakan akses utama menuju kediaman Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfud dari Kecamatan Karang Penang, Robatal, dan juga Omben.

Pantauan media di lapangan menunjukkan kerusakan infrastruktur yang sangat memprihatinkan. Genangan air bercampur krikil dan tanah menutupi lubang-lubang besar di sepanjang jalan, memaksa pengendara roda dua dan empat untuk ekstra hati-hati. Tak sedikit kendaraan yang terperosok atau mengalami kerusakan.

Menurut warga, kerusakan ini bukanlah hal baru. Jalan tersebut sudah lama terbengkalai tanpa perbaikan menyeluruh dari pemerintah daerah. Minimnya sistem drainase menjadi penyebab utama genangan air, yang mempercepat kerusakan aspal setiap kali hujan turun.

“Sudah puluhan tahun jalan ini rusak. Tidak pernah diperbaiki serius. Kalau hujan, air langsung masuk ke tengah jalan karena tidak ada selokan,” keluh Abdurrohman, warga Desa Bira Tengah.

Jalur ini sejatinya memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat setempat. Selain menjadi akses utama untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pengangkutan hasil pertanian, jalan ini juga merupakan rute menuju rumah Wakil Bupati Ahmad Mahfud, yang seharusnya menjadi perhatian khusus dari Pemkab Sampang. Namun, warga justru merasa diabaikan. Janji-janji politik yang kerap dilontarkan saat masa kampanye tak kunjung ditepati. Perbaikan yang dilakukan pun hanya bersifat tambal sulam dengan swadaya warga, tanpa adanya solusi jangka panjang dari pemerintah.

“Kami seperti dianaktirikan. Dulu banyak yang janji jalan ini mau diaspal waktu kampanye. Tapi buktinya sampai sekarang nol besar,” kata Sita Halimah, seorang ibu rumah tangga yang setiap hari melewati jalur tersebut.

Kritik keras juga dilontarkan oleh kalangan pemuda desa yang menuding adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah kota dan pedesaan.

“Jalanan di kota mulus, tapi di desa dibiarkan rusak puluhan tahun. Padahal ini akses ke rumah Wakil Bupati sendiri. Apakah beliau tidak merasa malu,” sindir Rois, tokoh pemuda setempat.

Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang segera bertindak. Selain perbaikan jalan, pembangunan drainase menjadi tuntutan utama agar kerusakan tidak terus berulang.
Kondisi ini menjadi cerminan lemahnya komitmen Pemkab Sampang dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.

Masyarakat berharap janji-janji yang pernah diucapkan para pejabat, termasuk yang kini menduduki kursi kekuasaan, tidak terus menjadi sekadar bahan kampanye tanpa realisasi nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page