Berita

MIRIS! Diduga Diintimidasi, Calon PAW Desa Kemirian Terpaksa Cabut Pendaftaran

×

MIRIS! Diduga Diintimidasi, Calon PAW Desa Kemirian Terpaksa Cabut Pendaftaran

Sebarkan artikel ini

BONDOWOSO, Radar-X.net — Proses pemilihan Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, diwarnai dugaan intimidasi terhadap salah satu calon. Sam, salah satu peserta pencalonan PAW, diduga mengalami tekanan hingga akhirnya mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pencalonan dan memilih mencabut pendaftaran demi menjaga keamanan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (18/9/2026). Keputusan berat itu disebut diambil Sam bukan karena dirinya tidak siap ataupun tidak mampu mengabdi kepada masyarakat, melainkan karena situasi yang dihadapinya.
Sam diduga merasa tertekan setelah didatangi sejumlah orang yang meminta dirinya mundur dari pencalonan. Bahkan, muncul dugaan bahwa tiga orang yang datang tersebut merupakan pendukung calon PAW lainnya. Namun, dugaan keterkaitan mereka dengan calon lain masih perlu diklarifikasi dan dibuktikan melalui keterangan para pihak.

Saat dikonfirmasi awak media, Sam menjelaskan bahwa dirinya hanya mengenal satu orang dari rombongan tersebut.

“Yang saya kenal hanya Pak Kasun. Sisanya orang-orang yang tidak saya kenal sama sekali,” ujar Sam.

Diduga Diintimidasi, Hak Pencalonan Dipertanyakan
Pencabutan pendaftaran Sam menimbulkan pertanyaan serius mengenai kondisi proses PAW Desa Kemirian. Jika seorang calon sampai mengurungkan niatnya karena merasa tertekan atau tidak aman, maka dugaan intimidasi tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata.

Proses PAW seharusnya berlangsung secara terbuka, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap warga yang memenuhi persyaratan berhak mengikuti proses pencalonan tanpa tekanan ataupun paksaan.

Pertanyaan yang kini muncul di tengah masyarakat adalah: siapa saja orang yang mendatangi Sam, apa tujuan kedatangan mereka, dan apakah benar terdapat keterkaitan dengan pendukung calon PAW lainnya?
Apabila ditemukan dugaan intimidasi, aparat berwenang perlu menelusuri fakta secara objektif serta meminta keterangan dari seluruh pihak terkait.

Masyarakat berharap panitia PAW, pemerintah desa, dan aparat berwenang segera memberikan klarifikasi agar proses pergantian kepala desa tidak menimbulkan keresahan.

Jangan sampai hak warga untuk mencalonkan diri terhenti karena dugaan tekanan yang belum terungkap secara terang.

Catatan: Dugaan intimidasi dan keterlibatan pendukung calon lain perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait sebelum dinyatakan sebagai fakta.
(Viktor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page