Hukum

Warga Sampang, Tolak Keras Pelaksanaan Pemilu 2024

×

Warga Sampang, Tolak Keras Pelaksanaan Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini

foto : benner penolakan pemilu 2024, yang membentang di ruas jalan

Sampang, Radar x. net– Pemilihan Umum 2024 sudah diambang pintu bahkan tahapan demi tahapan telah dilaksanakan oleh panitia pemilu tersebut.

Namun bagaimana pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam menanggapi adanya aspirasi masyarakat yang menolak keras warga Syiah melaksanakan pemilu 2024 di Desa Blu’uran, sehingga menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh media Radar x. net  dilapangan, bahwa penolakan tersebut disampaikan oleh warga Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur, dengan membentangkan bener yang berada di Dusun Sekolah di desa setempat, dengan tulisan  menolak keras ikut mencoblos pemilu 2024 mendatang.

Penolakan tersebut disampaikan melalui banner yang bertuliskan “Kami Warga Desa Blu’uran Karang Penang Menolak Keras Warga Syi’ah Mencoblos Pemilu Pileg dan Pilpres di 2024 di Desa Kami”

Salah satu warga setempat yang namanya tidak mau disebut saat dikonfirmasi menuturkan bahwa isi benner tersebut merupakan aspirasi murni dari masyarakat.

“mungkin ada orang yang memang sengaja memasang spanduk itu mas..!” Tuturnya

“Adanya benner tersebut, bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan di Desa Blu’uran dan Karang Gayam,” lanjutnya

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh orang-orang yang masih belum baiat, sehingga itu yang menjadi alasan penolakan warga Desa blu’uran, terhadap warga Syiah.

“Kami meminta kepada KPU Kabupaten Sampang dan Pemkab Sampang pada Pemilu 2024 yang akan datang, agar warga Syi’ah supaya di alokasikan ke lokasi yang lain,”  cetus warga setempat

Pihaknya berharap agar Pemerintah Kabupaten Sampang inten melakukan pengawasan terhadap warga syiah yang ada di Desa Blu’uran dan desa Karang Gayam kecamatan Omben.

Sementara itu, Kapolsek Karang Penang Iptu Slamet saat dikonfirmasi lewat panggilan WhatsApp pribadinya membenarkan adanya banner tersebut.

“Kami akan segera melakukan pengecekan ke lokasi mas,” ucap Kapolsek Karang Penang singkat

Secara terpisah, Addy Imansyah ketua KPUD Kabupaten Sampang, saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan dan tidak merespon panggilan dari kami.

Hingga berita ini ditulis, warga setempat berharap kepada semua pihak-pihak yang terkait, untuk segera menindak lanjuti demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

(Korwil Madura/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page