Unej Gandeng Guru Kembangkan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal

- Penulis Berita

Sabtu, 12 Mei 2018 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unej Gandeng Guru Kembangkan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal

BONDOWOSO, radar-x.net – Banyak guru masih mengeluhkan bahan ajar yang tidak kontekstual dengan kondisi siswa. Menurut perwakilan guru bahasa Indonesia se-eks Karesidenan Besuki, hal itu karena bahan ajar belum memuat kearifan lokal.

Hal itu terungkap dalam Acara diskusi terpumpun dengan tema “pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal”, pada Jumat (11/5/2018) di Hotel Seven Dream Jember.

Pada acara tersebut dihadirkan dua pemantik diskusi, yaitu ketua Tim Peneliti yang akan mengembangkan bahan ajar berbasis kearifan lokal, Dr. Muji, M.Pd., dan praktisi pendidikan dari SMP Negeri Klabang Bondowoso, Mohammad Hairul, S.Pd., M.Pd., yang sekaligus Ketua IGI (Ikatan Guru Indonesia) Kabupaten Bondowoso. Bertindak selaku moderator adalah Dr. Arju Muti’ah, M.Pd.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mohammad Hairul, S.Pd., M.Pd memaparkan makalah berjudul “Problematika Pembelajaran Bahasa Indoesia SMP”. Menurut Hairul, masih banyak guru mengajarkan bahan ajar kurikulum 2013 tanpa menghayati perubahan paradigma sebagai dampak perubahan kurikulum.

“ Kurikulum 2013 memosisikan bahasa Indonesia sebagai pengarakteran atau humanisasi, dan sebagai pemahiran keterampilan berbahasa atau pragmatisasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Sat Lantas Polres Bondowoso Bagikan Kaos Pada Sopir Angkot

Menurutnya, pembelajaran berbasis teks terdiri atas pembelajaran praksis lingual, logikal, dan konteks sosio-kultural. “Pada aspek sosio-kultural itulah pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal dapat dikembangkan,” tandasnya.

Dr. Muji M.Pd. menanggapi problematika pembelajaran bahasa Indonesia di SMP dengan menyampaikan perlunya pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal.

Menurut Muji, begitu banyak nilai-nilai kearifan lokal yang merupakan aset kekayaan budaya di eks-Karesidenan Besuki.

“Nilai-Nilai kearifan lokal tersebut perlu diwariskan pada generasi muda melalui pembelajaran di sekolah. Hal itu dimaksudkan agar generasi masa depan tidak tercabut dari akar budaya nenek moyang yang sejatinya penuh dengan nilai-nilai kearifan,” kata Muji.

Puluhan guru bahasa Indonesia SMP dari lima kabupaten, yakni Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Jember, dan Bondowoso pada kesempatan itu mendukung Universitas Jember untuk mengembangkan bahan ajar berbasis kearifan lokal di eks-Karesidenan Besuki.

Seluruh peserta berkesempatan menyampaikan pandangan tentang problematika pembelajaran yang dialami terkait bahan ajar.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diakhiri pada pukul 11.00 WIB. Secara umum acara berlangsung sangat dialogis penuh suasana keakraban. (Arik)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Sambut Baik Pemkab Tekan Harga Serta Distribusikan Beras SPHP
Partai PDI Perjuangan di Pastikan Menduduki Pimpinan DPRD Murung Raya
Terkait Potongan Honor Linmas Desa Lembengan, Berikut Hasil Klarifikasinya
HUT SPANEWA Ke-41 Wujudkan Sekolah Ramah Anak Yang Teruji Dalam Prestasi Dan Terpuji Dalam Kualitas
Doni Raih Suara Caleg Cukup Tertinggi di Davil III, Patut Diperhitungkan Pilkada 2024
DPRD Mura, Apresiasi Pemilu Berjalan Aman Dan Kondusif
Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan
Tingkatkan Sinergisitas, DPRD Mura Coffee Morning dengan Forkopimda
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:45 WIB

Proyek Jaringan Irigasi Balai Besar Pengairan Diduga Jadi Ajang Mark Up Anggaran

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:23 WIB

PPTK Bungkam, Hotmix di Dusun Lidah Dasri Belum Setahun Sudah Retak dan Terangkat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:08 WIB

Dodo Arman Hadiri Undangan Polda Sumsel, Klarifikasi Laporan Dr Ahmad Rizali

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:58 WIB

Terjadi Dugaan Pelanggaran, Ketua Koordinator PKBM Banyuwangi Bungkam

Senin, 19 Februari 2024 - 20:34 WIB

Dinas Perdagangan Sumatra Selatan Dilaporkan ke Kejagung RI

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:13 WIB

Terkait Dugaan Mark Up Data, Ketua Amblas Akan Laporkan PKBM Lestari Kebun Dalem ke Kejaksaan

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:06 WIB

PKBM Lestari desa Kebun Dalem Banyuwangi Disinyalir Mar Up Data

Rabu, 7 Februari 2024 - 17:06 WIB

Kasudin Cipta Karya Jakarta Timur, Diduga Menerima Gratifikasi dan Menyalahgunakan Jabatan

Berita Terbaru