![]() ![]() |
| Foto : Drs. H. Soeroji, MPdi. MAg, Kepala MANSAWANGI didampingi Waka Kurikulum H. Anwar. |
BANYUWANGI, radar-x.net – Mengacu pada pelaksanaan tahun 2016-2017, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasic Komputer (UNBK) tahun ajaran 2017 – 2018, Madrasah Aliyah Negeri 1 Banyuwangi (MANSAWANGI) benar-benar totalitas dan menginginkan keberhasilan 100 persen pada siswa-siswinya. Hal ini dikarenakan persiapan UNBK tahun kedua ini lebih tertata apik. Terbukti pelaksanaan UNBK yang dimulai sejak Senin (09/04/2018) dan berakhir Kamis (12/04/2018) sore berjalan sesuai harapan.
Kepala MANSAWANGI, Drs. H. Soeroji, MPDI, MAG mengungkapkan, bahwa proses persiapan yang dilakukannya mulai dari awal dengan mengadakan bimbingan intensif, ikhtiar lahir dan batin dengan menggelar istigotsah bersama dipimpin langsung Gus Basyir dari salah satu pengasuh ponpes Darussalam Blokagung. Dengan harapan sukses pelaksanaan ujian dan sukses hasil ujian. Untuk bimbingan intensif meliputi mapel agama dan mapel umum.
“Kita identifikasi kemampuan infrastruktur yang mendukung terlaksananya UNBK. Seperti jaringan server internet, unit komputer serta daya kelistrikan yang dimiliki oleh sekolah. Hal ini menjadi utama karena pelaksanaan UNBK ini adalah yang ke dua kali. Plus kerjasa sama dengan Telkom, PLN dan aparat kepolisian kota Banyuwangi,” papar Saeroji, Kamis (12/04/2018) sore.
Saeroji menjelaskan, dengan jumlah peserta ujian yang mencapai 381 siswa dan ketersediaan jumlah Komputer 152 unit, maka ujian dibagi menjadi 3 sesi. Sehingga ujian dimulai sejak pukul 07.30 – 16.00 WIB. Namun gelombang terakhir hanya ada 80 peserta. Tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan 4 hari ujian.
“Dalam UNBK ini kita lebih siap, baik dari penyelenggaraannya, tenaga skillnya dan tenaga ahlinya. Karena kita juga ditunjuk sebagai tenaga tekhnisi dengan ‘helpdesk’ nya. Peran kualitas mental dalam menghadapi ujian online menjadi persoalan berikutnya yang harus segera diatasi. Terutama kesiapan siswa dalam hal penguasaan materi ujian serta psikologis. Target kami 100% tingkat keberhasilannya,” terang Saeroji lebih lanjut.
Saeroji menambahkan, peningkatan mental serta penguasaan materi para siswa ujian dilakukan dengan pengadaan bimbingan belajar (bimbel) serta tryout yang telah dilakukan sejak September 2017 sampai H-2 pelaksanaan USBN. Bimbel dilakukan pada jam ke 0, 05.00 – 06.20 WIB sebelum kegiatan belajar mengajar di sekolah dan berlangsung selama 1 jam 20 menit.
“Selain itu, kita isi metode cepat membaca Al Qur’an. Yang tujuannya membekali anak anak Ma’had Darul Muta’allimi untuk menjadi calon pengajar Al Qur’an. Tetapi tidak lepas koordinasi dengan berbagai fihak terkait pelaksanaan UNBK. Baik dengan Dinas Pendidikan maupun Kepolisian. Karena dinas pendidikan berperan sebagai mentor dalam hal sosialisai informasi terkait UNBK. Sedangkan Kepolisian sebagai pengamanan ujian,” tandas Kepala Sekolah asal Kecamatan Siliragung ini.
Namun, lanjut Saeroji, segala persiapan tehnis yang telah dilakukan dengan maksimal akan terasa tidak afdol jika tidak dibarengi dengan pendekatan doa. Sebagai sekolah yang berpegang teguh terhadap ajaran agama, sebelum pelaksanaan ujian digelarlah istighotsah siswa peserta ujian serta jajaran dewan guru, wali kelas dan karyawan.
Sementara para siswa yang tidak mengikuti ujian mengisi waktu dengan Khatmil Qur’an. Dalam acara tersebut diisi dengan tausiyah oleh
Ustadz Nur Hapipi yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas.
“Istighotsah serta Khatmil Qur’an merupakan puncak totalitas kami dalam usaha. Karena kami percaya bahwa kedekatan kepada Yang Maha Kuasa adalah hal yang tidak dapat disepelekan selain dari usaha-usaha lainnya,” pungkas Ustadz Nur Hapipi saat ikut mendampingi Kasek H. Saeroji. (Dafid firmansyah)
















