BeritaBudaya

Tradisi “Untalan” Hari Raya Sudah Turun Temurun Ratusan Tahun

×

Tradisi “Untalan” Hari Raya Sudah Turun Temurun Ratusan Tahun

Sebarkan artikel ini
Tradisi "Untalan" Hari Raya Sudah Turun Temurun Ratusan Tahun
Situasi saat dirumah Abe, warga kel. Kampung Ledok, Jember. (Foto:Rullah) 

JEMBER, Radar-X.Net – Dalam rangka Hari Raya Idzul Fitri 1438 H, yang jatuh Minggu (25/6/17), ternyata tak lepas dari “Untalan” bagi anak-anak kecil yang telah turun temurun ratusan tahun yang lalu. 
Pasalnya, untalan yang biasanya dilakukan pada anak kecil pada saat berkunjung pada tetangga, saudara, kerabat dan handai tolan yang dilakukan setiap satu tahun sekali. 
Untalan, kerap julukannya, merupakan tradisi yang telah berjalan ratusan tahun hingga saat ini, bahkan tradisi ini telah berjalan beberapa generasi. 
Untalan dari bahasa Jawa yang artinya lemparan/pemberian uang dari orang tua pada anak-anak kecil termasuk setingkat sekolah dasar kelas 6 kebawah akan dapat untalan tersebut. 
Seperti yang dituturkan Abe, warga kampung Ledok Kel. Jember Kidul, Kec. Kaliwates Jember, Senin (26/6/17), “saya berkunjung dari rumah satu kerumah yang lain bersama teman-teman yang lain, setiap mau pulang pamit pada tuan rumah diberi amplop yang berisi uang, mulai dari uang 2 ribuan, 5 ribuan bahkan ada yang memberi 10 ribuan, lumayan saya kumpulkan seharian dapat 250 ribuan, bahkan ini belum dari saudara ayah dan ibu,” katanya sambil malu-malu. 
Abe menambahkan, belum lagi kalau berkunjung pada saudara dekat pasti dapat banyak dan tambahan dari saudara saudara yang lain. “Mumpung masih suasana lebaran itung-itung buat tambah beli buku dan alat tulis apabila nanti masuk sekolah.” Jelasnya. 
Disisi lain, Daffa warga lingkungan Wonosari Mangli, Kaliwates mengatakan, bahwa tradisi untalan ini telah turun temurun di Mangli. “Saya sudah dapat 300 ribuan dari hasil yang sudah saya kumpulkan, bahkan ini masih belum berkunjung ditempat saudara dekat dari ayah maupun Ibu di Ajung,” ungkapnya. 
Ia menambahkan, untuk tahun ini kayaknya lebih sedikit dibanding tahun lalu, karena hari raya sekarang dapatnya lebih sedikit dibanding tahun lalu, sangat jauh sekali, bahkan separuhnya dari tahun lalu.” Tandasnya. (Rullah) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page