Berita

Proyek Kolam Ikan Desa Kemirian Terbengkalai 3 Tahun, Dugaan Markup & Ketidakjelasan Tanggung Jawab Makin Mengemuka

×

Proyek Kolam Ikan Desa Kemirian Terbengkalai 3 Tahun, Dugaan Markup & Ketidakjelasan Tanggung Jawab Makin Mengemuka

Sebarkan artikel ini

Bondowoso,Radar-X.net – Proyek pembangunan kolam ikan yang dibiayai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2023 di Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, hingga kini belum kunjung rampung dan justru terlantar tanpa perawatan. Kondisi ini memicu kecurigaan kuat di kalangan masyarakat terkait dugaan pemborosan hingga markup anggaran yang merugikan keuangan desa.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek tersebut dianggarkan sebesar Rp38.000.000 untuk pembangunan fisik, ditambah alokasi Rp4.000.000 untuk pembelian bibit ikan. Total dana yang disiapkan mencapai Rp42 juta. Namun, setelah tiga tahun berlalu, pembangunan belum tuntas, tak ada bibit ikan yang dilepas, dan lokasi proyek terlihat terbengkalai seolah membuang-buang uang rakyat.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sekretaris Desa Kemirian mengarahkan penjelasan terkait proyek ini kepada Evan, yang disebut sebagai perencana sekaligus pelaksana pembangunan kolam ikan tersebut.

Namun, saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Evan menampik pernyataan tersebut. Ia tidak mengakui dirinya sebagai perencana maupun pelaksana proyek kolam ikan itu.

Menurut Evan, ketidakselesaian pembangunan disebabkan oleh anggaran yang dinilai tidak mencukupi. Ia menjelaskan bahwa kondisi tanah di lokasi kolam cukup dalam sehingga memerlukan pengerukan yang menelan biaya lebih besar dari rencana awal.

“Saya hanya ditugaskan untuk melakukan pengecekan oleh almarhum Bapak Kepala Desa,” ujar Evan. Ia pun enggan memberikan penjelasan lebih mendalam, dengan alasan telah mengundurkan diri dari jajaran pemerintahan desa dan saat ini sedang mencalonkan diri sebagai Calon Kepala Desa melalui Pemilihan Antar Waktu (PAW) Desa Kemirian.

Hingga saat ini, sudah tiga tahun berlalu sejak anggaran ditetapkan, namun belum ada langkah perbaikan maupun kejelasan dari pihak Pemerintah Desa Kemirian terkait nasib proyek tersebut. Masyarakat semakin bertanya-tanya: di mana sisa dana yang telah dianggarkan, mengapa terjadi perbedaan keterangan mengenai siapa yang bertanggung jawab, dan kapan manfaat proyek ini dapat dirasakan warga.

Warga berharap pihak berwenang segera menelusuri realisasi penggunaan anggaran, memastikan tidak ada penyimpangan, dan menindaklanjuti proyek tersebut agar tidak menjadi bukti nyata pemborosan uang rakyat.
(Viktor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page