Aceh Tenggara, radar-x.net – SMK PPN Kutacane kembangkan pengelolaan sayur-mayur hidroponik di Lingkungan Sekolah SMK PPN Tanah Merah, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara.
Kepala SMK PPN Kutacane, Muhammad, SP.MP., kepada radar-x.net, dalam rilisnya, Rabu (28/10/2020) mengatakan, anak didiknya mengembangkan sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik.
“Sayuran itu adalah kangkung, pakcoy, selada, bayam dan juga tanaman pekarang kacang panjang, buncis, terong, bawang merah,” ujarnya.
Muhammad menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan pasar dan lingkungan sekolah, SMK PPN Kutacane akan bekerjasama dengan pihak manajemen RSUD H. Sahudin Kutacane untuk memasok sayuran ke rumah sakit untuk kebutuhan pasien rawat inap.
Sayuran hidroponik di SMK bebas kimiawi dan merupakan sayuran organik yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Menurut Muhammad, mereka berupaya untuk menciptakan lingkungan sehat dengan sayuran sehat, pangan lokal sehat dengan sistem modern berupa hidroponik, aquaphonik atau sistem urban farming dengan memanfaatkan lingkungan sempit sehingga menghasilkan sayuran yang sehat.
Program yang dilaksanakan di SMK PPN ini didanai oleh PWMP pusat dan dana BOS, Distanbun Aceh yang terus memfasilitasi sarana dan prasana yang memadai.
“Setiap hari siswa SMK PPN Kutacane memasarkan sayur ke lingkungan setempat dan menjadi kegemaran ibu-ibu dikarena sayuran organik rasanya berbeda dengan sayuran lainnya,” ucapnya.
Pengembangan tanaman sayuran hidroponik di SMK PP langsung ditinjau Direktur RSUD dr. Bukhari Pinim, Sp.OG, Kepala Badan Pertanahan Aceh Tenggara, Muhammad Riduan, Anggota DPRK Aceh Tenggara, Gabe Tambunan.
Direktur RSUD Sahudin Kutacane, Bukhari Pinim, mengapresiakan kerja keras Kepsek dan guru dalam melahirkan wirausahawan muda di Agara semoga akan terus berbuat untuk mengenjot generasi muda Aceh Tenggara menjadi generasi produktif.
Selama ini, warga mendatangkan sayuran dari luar Aceh, padahal potensi yang ada mampu memasok sendiri kebutuhan sayuran untuk Aceh Tenggara.
“Kita siap mendukung pengembangan sayuran hidroponik di Aceh Tenggara di tengah pandemi Covid-19 dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat,” pungkas dr. Bukhari. (RH)














