Pendidikan

Nama Kadisdik Bondowoso Dicatut dalam Isu Borongan Baja Ringan SDN Banyuputih, Taufan: Saya Tak Pernah Menyuruh!

×

Nama Kadisdik Bondowoso Dicatut dalam Isu Borongan Baja Ringan SDN Banyuputih, Taufan: Saya Tak Pernah Menyuruh!

Sebarkan artikel ini
Nama Kadisdik Bondowoso Dicatut dalam Isu Borongan Baja Ringan SDN Banyuputih, Taufan: Saya Tak Pernah Menyuruh!
Taufan akhirnya angkat bicara dan membantah keras tudingan yang mengaitkan dirinya

BONDOWOSO, Radar-X.net – Nama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bondowoso, Taufan Restuanto, terseret isu dugaan pencatutan nama dalam polemik pengadaan baja ringan untuk pekerjaan revitalisasi SDN Banyuputih, Kecamatan Wringin.

Tak tinggal diam, Taufan akhirnya angkat bicara dan membantah keras tudingan yang mengaitkan dirinya dengan pengadaan tersebut, (9/10/2026).

Taufan menegaskan, dirinya tidak pernah memerintahkan pihak sekolah untuk membeli material baja ringan melalui penyedia atau aplikator tertentu.

Ia juga membantah isu yang menyebut adanya ancaman mutasi terhadap pihak yang tidak mengikuti arahan tersebut.

Menurutnya, pekerjaan revitalisasi sekolah dilaksanakan oleh pihak sekolah bersama Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Dalam pelaksanaannya, sekolah memiliki keleluasaan untuk menentukan tempat pembelian material, sepanjang tetap mematuhi ketentuan yang berlaku dan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.

“Revitalisasi itu pekerjaan sekolah yang dilaksanakan oleh sekolah dan P2SP. Mereka berbelanja ke mana pun sudah diperbolehkan, sesuai aturan dan spesifikasi yang ditentukan,” tegas Taufan.

Ia menjelaskan, pembelian material baja ringan atau galvalum tidak harus melalui satu merek maupun aplikator tertentu.

Hal terpenting adalah material yang digunakan memenuhi spesifikasi teknis, sedangkan aplikatornya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan pekerjaan.

“Kalau yang direncanakan menggunakan Kencana, silakan. Kalau menggunakan mutu Sindo, juga silakan. Tidak ada aturan yang mengharuskan harus melalui pihak tertentu,” ujarnya.

Bantah Isu Ancaman Mutasi

Taufan juga secara tegas membantah isu yang menyebut dirinya mengancam akan memutasi pihak tertentu apabila pengadaan baja ringan tidak dilakukan melalui jalur yang diarahkan.

Ia menegaskan, urusan revitalisasi sekolah tidak memiliki kaitan dengan kebijakan mutasi pegawai. Karena itu, ia meminta agar namanya tidak dikaitkan dengan dugaan intimidasi maupun intervensi pengadaan tanpa dasar yang jelas.

“Tidak ada kaitannya revitalisasi dengan mutasi. Saya tidak pernah menyuruh siapa pun, apalagi mengatakan kalau tidak lewat pihak tertentu akan dimutasi. Itu tidak benar, tidak ada sama sekali,” tandasnya.

Tunggu Kepastian, Tak Ingin Gegabah

Terkait langkah yang akan ditempuh, Taufan menyatakan bahwa pihaknya masih perlu mencermati persoalan tersebut.

Ia menilai, informasi yang beredar saat ini perlu dianalisis lebih lanjut untuk memastikan duduk perkara serta apakah terdapat kerugian atau pelanggaran hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Meski demikian, ia menegaskan tidak menutup kemungkinan adanya langkah hukum apabila nantinya ditemukan fakta yang memenuhi unsur pelanggaran dan merugikan dirinya.

“Yang jelas, saya mengatakan bahwa itu tidak benar dan saya tidak pernah menyuruh siapa pun,” tegasnya.

Polemik ini menjadi pengingat penting bahwa pelaksanaan revitalisasi sekolah harus berjalan sesuai ketentuan, transparan, serta berorientasi pada mutu bangunan dan keselamatan peserta didik.

Di sisi lain, setiap informasi mengenai dugaan intervensi pengadaan perlu ditelusuri secara cermat agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

Klarifikasi dari pihak terkait dan bukti yang dapat diverifikasi menjadi kunci untuk memastikan persoalan ini terang benderang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page