Lingkungan

“Siapa Yang Salah” Baru Selesai Dikerjakan, Proyek Di Sampang Tak Mampu Bertahan Lama Akhirnya Amblas

×

“Siapa Yang Salah” Baru Selesai Dikerjakan, Proyek Di Sampang Tak Mampu Bertahan Lama Akhirnya Amblas

Sebarkan artikel ini

Madura-Sampang, Radar x. net – Pekerjaan proyek Tembok Penahan Tebing (TPT) yang berada di Dusun Lek-kolek Desa Pajeruan Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sehingga dalam kurun waktu yang tidak lama pronyek yang tidak memasang papan nama itu akhirnya roboh dan amblas.

Diberitakan sebelumnya oleh media Radar x.net, dengan judul ; “Pekerjaan TPT Diduga Tidak Sesuai RAB, LSM KPK Nusantara Soroti Kualitas”

Namun himbauan itu tidak diindahkan atau digubris oleh pelaksana dan dinas terkait dari proyek tersebut, dan setelah terjadi amblas sebelum masyarakat menikmatinya, siapa yang akan disalahkan dan siapa yang akan bertanggung jawab.

Pantauan media Radar x. net, dilapangan, Sabtu, 07/01/2023. Proyek yang sumber anggarannya itu tidak jelas karena sengaja disembunyikan oleh pelaksana, hingga saat ini menuai jeritan dari masyarakat, karena baru selesai dibangun proyek tersebut tidak mampu bertahan lama, dan saat ini kondisinya amblas dan berantakan

Selain menuai protes keras dari warga setempat karena tidak memasang papan nama (Papan Informasi), pekerjaan dari proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai RAB, sehingga kualitas dari pekerjaan tersebut menjadi sorotan dan sebuah temuan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemantau Korupsi (LSM-KPK Nusantara) DPC Sampang.

Samsul Huda warga setempat, kepada media ini mengatakan, bahwa kualitas dari proyek tersebut terindikasi tidak sesuai dengan (Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga proyek tersebut yang baru selesai itu sudah amblas dan berantakan.

“Proyek ini baru selesai dikerjakan beberapa hari yang lalu mas…! Tapi sekarang sudah amblas dan berantakan.” Ucap Samsul warga setempat

“Kami selaku masyarakat Desa Pajeruan, sangat resah dan kecewa atas pekerjaan dari proyek Tembok Penahan Tanah (TPT), yang seharusnya memberikan manfaat kepada masyarakat, malah menambah derita kepada masyarakat.” Imbuhnya

Dari peristiwa itu, pelaksana dari pekerjaan proyek tersebut mendapat kecaman keras dari warga dan sorotan dari LSM KPK Nusantara DPC Sampang.

“Proyek yang amblas itu, tidak memasang papan informasi, sehingga masyarakat kebingungan untuk memberikan pengawasan.” Ucap Muhlis Ketua LSM KPK Nusantara, selaku lembaga fungsi kontrol

“Namun kami menduga, bahwa proyek tersebut bersumber Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) dari salah satu DPRD Kabupaten Sampang, ungkapnya

Dikatakannya, sebelum peristiwa itu terjadi, proyek tersebut sudah menjadi sebuah temuan dari LSM-KPK Nusantara, karena pekerjaan tersebut asal jadi sehingga kualitasnya sangat diragukan.

Sementara, H. Fahri, selaku pelaksana dari proyek tersebut, saat dikonfirmasi oleh media Radar x, pada Selasa, 10/01/2023, pagi. Pihaknya membenarkan bahwa proyek tersebut amblas, namun dengan sigap pihaknya langsung melakukan tindakan untuk perbaikan demi asas manfaat pada masyarakat.

“iya mas ..! Memang amblas pasca terjadinya hujan yang terus-terusan beberapa hari terakhir ini.” Ucap H. Pahri

“secepatnya akan saya perbaiki, nanti kalau sudah diperbaiki pasti saya kabari lagi, karena saya sedang mengumpulkan bahan dan mau menghubungi tukangnya dulu.” Lanjutnya

Dikatakannya, bahwa pasca terjadinya peristiwa itu, H. Pahri langsung menghubungi tukang dan memesan bahan untuk perbaikan proyek tersebut, agar segera diperbaiki dan supaya kualitasnya lebih bagus

Hingga berita ini ditulis, LSM KPK Nusantara DPC Sampang, berharap kepada pelaksana supaya segera memperbaiki proyek tersebut

(Korwil Madura/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page