Saksi Dugaan Penipuan Sewa Tanah Kas Desa Balet Baru Mulai Diperiksa Polisi

1
296

JEMBER, RADAR-X.ner – Slamet Sugiharto sejak 1 Januari 2020 yang menjabat sebagai Kasi Pemerintahan desa Balet Baru kecamatan Sukowono Jember, telah diperiksa oleh Bripka Sigit Hermawan SH.M.Si., Penyidik Tipikor Polres Jember.

Pasalnya, pada Selasa, 12 Oktober 2021, di ruang tindak pidana korupsi (PIDKOR) Polres Jember, Slamet Sugiharto diperiksa sebagai saksi terkait dugaan kasus penipuan yang kuat diduga dilakukan oleh Fauzi Cahyo Purnomo kepala desa Balet Baru kecamatan Sukowono terhadap Subhan Adi Handoko pada 21 Agustus 2020 lalu.

Ihwal mencuatnya kasus tersebut, seperti dikutip siberindo.co, menyebutkan bahwa, bermula saat korban atas nama Subhan Adi Handoko hendak menyewa lahan TKD milik pemdes Balet Baru yang telah disepakati bersama dengan uang sewa senilai Rp.75.000.000.-(tujuh Puluh Lima Juta Rupiah) masa sewa selama lima tahun, dan kesepakatan tersebut tertuang dalam surat pernyataan resmi dengan stempel Kepala Desa Balet Baru tertanggal 21 Oktober 2020.

Ironisnya, hasil penelusuran awak media menemukan adanya kejanggalan yang menguatkan bahwa, kuat diduga telah terjadi dua kali kesepakatan yang telah dilakukan oleh Fauzi kepala desa Balet Baru kecamatan Sukowono Jember ini.

Baca Juga:  Pengacara Lembaga KPK Nusantara Sumbar Ikuti Diklat Ekonomi Syari’ah

Sebelum transaksi dengan korban Subhan Adi Handoko pada 21 Agustus 2020 dan telah terima uang sewa Rp.75.000.000.- Fauzi telah menggadaikan lahan TKD desanya ke Suharto senilai Rp.50.000.000.- Seperti yang tertuang dalam lembaran putih tertanggal 29 Desember 2019.

Karna merasa dirugikan, Subhan Adi Handoko ahkirnya melaporkan Fauzi Cahyo Purnomo kades Balet Baru ke Polisi dengan nomor laporan polisi, LM/03/VI/RES.1.II/2021 tanggal 21 Juni 2021, dan telah dilimpahkan ke Polres Jember. Hingga pada Selasa 12 Oktober 2021 ini Unit II PIDKOR Polres Jember telah melakukan pemeriksaan terhadap Slamet Sugiharto sebagai saksi.

Seperti yang disampaikan oleh Bripka Sigit Hermawan SH.M.Si, pada media bahwa, Karna kasus ini sudah dilimpahkan kepadanya, karena personil yang periksa adalah personil Polsek Sukowono.

“Makanya sekarang ini saya periksa lagi. Karena apa?, karna ada keterangan yang tidak sama pada saat diperiksa di Sukowono maupun disini. Semisal contoh Surat Perjanjian ini kan di pengesahannya dibuat dengan tulisan tangan, ternyata disini kok tulisan pengetikan, nah nanti saya tanya siapa yang ngetik ini kan bukan P Slamet, karna pengakuan P Slamet pakai tulisan tangan di lembaran, namun setelah disalin ini siapa yang nulis, siapa yang mencetak ini kan jadi alat bukti nanti. Karna apa?, karena ada stempel kepala desa disini,” jelas Sigit Hermawan di ruang kerjanya.

Baca Juga:  TKD Balet Baru di Gadaikan, BPD: Itu Tanpa Persetujuan

Saat dikonfirmasi melalui telefon celulernya Fauzi tak menjawab telefon media, namun membalas dengan chat whastApp. “Ketemu besok di kantor desa biar enak kita konfirmasi.” Jawab Fauzi. (Ltf)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.