Foto : kondisi proyek di lokasi Desa Pakong
Pamekasan, Radar x. net – Salah satu pekerjaan proyek di Kabupaten Pamekasan disorot warga. Jum’at, 05/07/2024
Pasalnya, pengerjaan proyek siluman kali ini ditemukan dengan pengerjaan-nya asal jadi.
Ironisnya, dilokasi kegiatan proyek tersebut tidak terlihat dan tidak adanya papan nama yang terpasang sehingga oleh masyarakat sekitar lokasi yang di Dusun Duko timur, Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan Jawa Timur, menganggapnya proyek tersebut siluman dan asal jadi.
Tidak hanya itu, pengerjaannya Proyek Plengsengan tersebut tidak jelas darimana bersumber karena papan nama tidak dipasang dan proyek tersebut terkesan telah melanggar UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)
Berdasarkan penelusuran awak media Radar x dilapangan, Proyek seperti ini mulai menjamur di daerah Pamekasan, terutama proyek yang dikerjakan di daerah pelosok desa di daerah Kabupaten Pamekasan Jawa Timur.
Salah satu warga setempat mengatakan, bahwa ada sebagian proyek dikerjakan asal-asalan bahkan ini terkesan di pangkas pembiayaannya untuk memenuhi hasrat buruk sang kontraktor atau yang mengerjakannya di lapangan.
Senada diungkapkan oleh warga (inisial H) bahkan menilai bahwa pembangunan plengsengan yang berada di Dusun Duko timur, Desa Pakong tersebut tidak jelas asalnya, bahkan belum diketahui apakah proyek itu berasal Pokmas, Jasmas, atau lainnya.
Dijelaskan oleh H, kepada awak media, ”Kalau proses pelaksanaan proyek itu terkesan asal asalan, lantaran diduga tidak ada galian pondasi.“ dan Volume dari proyek plengsengan itu hanya sekitar 100 meter yang masuk ke lokasi desa kami Desa Pakong, Dusun Duko timur, Kecamatan Pakong, Pamekasan,” jelasnya
saat di lapangan proyek plengsengan tersebut sudah sekitar 7 bulan berjalan, dan hasilnya sudah banyak yang retak-retak dan sebagian ambruk yang disebabkan karena tidak ada galian pondasi dan campuran semen dan pasir.
Kepala Desa (Kades) Pakong saat dikonfirmasi oleh media ini melalui aplikasi WhatsApp Nya dengan pesan dan panggilan pihaknya terkesan cuek.
(HR/Korwil Madura)














