INDRAMAYU, RADAR-X.net – Proses pengelolaan irigasi yang meliputi perencanaan, pembuatan, pengelolaan, serta pemeliharaan sarana harus memenuhi persyaratan mutu maupun spesifikasi teknis yang tertuang dalam standar yang ada dalam perjanjian kontrak kerja.
Mengingat irigasi merupakan salah satu faktor pendukung sektor pertanian yang merupakan sektor penting dalam pembangunan perekonomian, fungsi dan perannya dalam penyediaan pangan bagi penduduk, pakan dan energi, serta bergantungnya mata pencaharian penduduk di pedesaan khususnya di desa Mekar Waru, kecamatan Gantar, kabupaten Indramayu, Jabar.
Dari pantauan awak media radar-x di desa Mekar Waru, beberapa Minggu yang lalu Sektor ini mempunyai sumbangan yang signifikan dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), peningkatan devisa dan peningkatan kesejahteraan petani. Sehingga pembangunan pertanian dapat dikatakan sebagai motor penggerak dan penyangga perekonomian Nasional.
Salah satu kritik tokoh pemuda Alin di kediamannya sekitar lokasi pekerjaan pada pembangunan tersebut ketika disambangi awak media radar-x, Sabtu (27-11-21 ) berkomentar, bahwa Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil khususnya Sub Panitia Teknis Bidang Sumber Daya Air seperti tidak awas dalam pengawasan.
“Pasalnya, dari pedoman teknis apapun penggunaan batu bekas tidaklah dibenarkan dalam aturan tentunya dan team teknis telah merumuskan standar tentang irigasi agar mutu jadi baik,” kata Alin.
Di tempat yang berbeda awak media radar-x mendatangi Supardi selaku wakil tokoh masyarakat di kediamannya desa Mekar Waru, dirinya tidak tahu berapa anggaran tersebut kepastiannya, karena tidak ada papan proyek dari awal.
“Sepertinya pemborong menutupi anggaran itu,” tukas Supardi.
“Kami hanya menyangkan mendengar batu yang digunakan adalah batu bekas, padahal kami masyarakat berharap pekerjaan itu sesuai dengan gambar dan teknis pekerjaan yang sudah praktis dirancang kalangan perancang konstruksi, penyedia jasa konstruksi (kontraktor), regulator/pemerintah dan masyarakat mejalani sesuai dengan kegiatannya juga dapat dimanfaatkan betul oleh masyarakat,” kata Supardi.
(Suryana)














