Berita

Program Strategis Cawabup Jember Nomor Urut 2 dalam Debat Publik Pertama, Ketum LSM KPK Jatuh Cinta

×

Program Strategis Cawabup Jember Nomor Urut 2 dalam Debat Publik Pertama, Ketum LSM KPK Jatuh Cinta

Sebarkan artikel ini
Foto; Djoko Susanto pada acara debat cabup cawabup Jember pada Sabtu (26/10/24). Dok-Istimewa

Jember, RADAR-X.net – Dalam debat publik pertama calon bupati dan wakil bupati Jember, Ketua Umum LSM Komunitas Pemantau Korupsi (KPK), Subhan Adi Handoko, S.H., M.H., menyatakan kekagumannya pada visi strategis dan program kerja yang ditawarkan oleh Djoko Susanto, calon wakil bupati Jember nomor urut 2, khususnya di sektor pertanian. Subhan bahkan mengaku “jatuh cinta” pada rancangan Djoko Susanto yang diyakini mampu mengangkat kesejahteraan para petani di Jember dan memajukan perekonomian lokal.

“Saya jatuh cinta dengan program Djoko Susanto, calon wakil bupati Jember, dalam sektor pertanian. Jember ini mempunyai potensi pertanian yang melimpah, sehingga bisa dijadikan lumbung pangan nasional, yang otomatis akan menyejahterakan masyarakat, terutama para petani,” ungkap Subhan,
Minggu, (27/10/24)

Dalam debat publik tersebut, Djoko menguraikan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan ketahanan pangan di Jember melalui modernisasi sektor pertanian. Ia memaparkan konsep “corporate farming” dan pendekatan “pertanian spasial” yang akan diterapkan guna mengonsolidasi lahan-lahan pertanian menjadi hamparan yang lebih luas. Pendekatan ini diharapkan dapat mempermudah penerapan teknologi modern dalam proses bercocok tanam, serta mendorong efisiensi dalam sektor pertanian.

“Melalui koordinasi lahan pertanian, masyarakat dapat mengonsolidasikan tanah mereka, sehingga pendekatan perindustrian pertanian akan lebih mudah diterapkan,” ujar Djoko.

Ia menambahkan bahwa tujuan dari pendekatan pertanian spasial adalah untuk menciptakan keanekaragaman pangan yang sesuai dengan karakteristik tanah di masing-masing wilayah. Dengan metode ini, komoditas tertentu akan ditanam pada daerah tertentu yang telah disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanahnya.

“Pertanian spasial ini bertujuan untuk mendapatkan keanekaragaman pangan. Komoditas tertentu akan ditanam pada daerah tertentu, yang tentunya telah disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanahnya,” tambahnya.

Djoko juga memberikan contoh beberapa desa di Jember yang dianggap cocok untuk menerapkan pendekatan ini. “Desa Klungkung dan Desa Bintoro serta daerah sekitarnya yang merupakan dataran tinggi sangat cocok untuk komoditas hortikultura, sementara wilayah lainnya seperti Puger dan Ambulu lebih cocok untuk komoditas padi,” jelas Djoko.

Dengan konsep modernisasi pertanian yang ia tawarkan, Djoko berharap dapat mengoptimalkan lahan dan sumber daya lokal yang ada di Jember. Ia meyakini bahwa langkah ini tidak hanya akan membawa Jember menjadi lumbung pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani secara signifikan.

“Dengan konsep tersebut kami yakin akan menjadikan Jember sebagai lumbung pangan nasional dan mensejahterakan masyarakat pada umumnya, serta para petani khususnya,” tandas Djoko penuh keyakinan.

Debat publik ini memberikan gambaran jelas tentang program unggulan yang diajukan oleh Djoko, yang mampu menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Ketua Umum LSM KPK.

(Zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page