BeritaPendidikan

Pernikahan Dini, Perlu Kematangan Baik Dalam Psikologi Maupun Fisik

×

Pernikahan Dini, Perlu Kematangan Baik Dalam Psikologi Maupun Fisik

Sebarkan artikel ini
Pernikahan Dini, Perlu Kematangan Baik Dalam Psikologi Maupun Fisik
Foto : Abas, 
BONDOWOSO – Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh salah satu pasangan yang memiliki usia di bawah umur yang biasanya di bawah 17 tahun. Baik pria atau wanita jika belum cukup umur (17 Tahun) jika melangsungkan pernikahan dapat dikatakan sebagai pernikahan usia dini. Di Indonesia sendiri pernikahan belum cukup umur ini marak terjadi, tidak hanya di desa melainkan juga di kota.
Maka dalam hal ini, Kuliah Kerja Nyata(KKN) Mahasiswa IAIN Raden Paku Jember, bekerjasama dengan LKBHI Jember, menggelar sosialisasi Penyuluhan Hukum tentang ” Pernikahan Dini “. di Posko KKN Dusun Cangkring 2, Ds. Sucolor, Kec. Maesan, Kab. Bondowoso. Jum’at (05/08/2016) pukul 14.00 WIB.
Giat acara tersebut, dihadiri oleh direktur LKBHI Jember, Martoyo, SHi. MH., dan Rina Suryanti, SHi., M,Sy., beserta Sekdes Desa Suco Lor, Lutfi, P3N (Mudin) H. Surul, dan diikuti peserta KKN IAIN Jember Posko 91, dan warga setempat.
Pada kesempatan ini, Lutfi, Sekdes Ds. Sucolor, mengucapkan banyak terima kasih kepada Adik-adik mahasiswa/siswi KKN beserta LKBHI yang sudah menyempatkan hadir ikut berpartisipasi dalam acara sosialisasi di desa kami ini.
Dengan adanya sosialisasi ini, “Kami mewakili jajaran pemerintah desa Sucolor, sangat bangga atas adanya pelaksanaan kegiatan ini, guna meningkatkan tingkat sumber daya manusia khususnya di desa kami.” ujarnya
Pada Kesempatan yang sama, Martoyo, direktur LKBHI Jember, menjelaskan, “Hal ini bertolak belakang dengan undang-undang Republik Indonesia No. 1 tahun 1974 pasal 6 Tentang Perkawinan. Di mana meski pihak pria diizinkan menikah pada usia 19 tahun, namun pihak wanita diizinkan menikah pada usia 16 tahun. Usia yang cukup dikatakan dini untuk sebuah pernikahan, hubungan seksual, hamil, dan mengurus anak.”paparnya
Disamping itu, Pernikahan dini memiliki dampak yang cukup berbahaya bagi yang melakukannya baik pria ataupun bagi wanita, dan dalam berbagai aspek seperti kesehatan, psikologi, dan mental. “Walaupun pernikahan usia dini ini memiliki dampak positif, namun dibandingkan dengan faktor negatifnya tentu sangat tidak seimbang. Ada berbagai alasan yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini, terkadang tidak di sengaja atau yang sudah di rencanakan.” jelasnya
Terdapat beberapa faktor yang memicu terjadinya pernikahan usia dini, yakni, Faktor Ekonomi, faktor ekonomi menyebabkan orang tua menikahkan anaknya pada pria/keluarga yang lebih mapan atau hanya untuk mengurangi biaya hidup sehari hari. Perjodohan, mungkin faktor ini sudah sangat kecil yang menyebabkan pernikahan dini, namun beberapa kasus terutama di desa dan kampung, ini masih terjadi.
Menurut keterangan dari berbagai kesehatan, alasan pernikahan dini tidak disarankan, karena rentan terhadap Risiko penyakit seksual meningkat, seperti di dalam sebuah pernikahan, hampir tidak mungkin jika tidak ada hubungan seksual. “Sedangkan hubungan seksual yang dilakukan oleh seseorang di bawah usia 18 tahun akan cenderung lebih memiliki risiko terkena penyakit menular seksual, seperti HIV, kanker rahim, dll. Ini karena pengetahuan dirinya tentang seks yang sehat dan aman, masih minim.” tandasnya
Hal senada juga disampaikan oleh, Rina Suryanti, “Pernikahan tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Perlu kematangan baik dalam psikologi maupun fisik. Itulah kenapa pernikahan dini sebaiknya janganlah terjadi. Selain risiko-risiko kesehatan di atas, dampak psikologis yang dirasakan juga bisa membebani perempuan tersebut.” terangnya
Perkawinan terhadap anak di bawah umur sudah selayaknya dihindari karena untuk menjamin hak-hak anak. “Namun, karena kondisi sudah hamil terebih dahulu dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka dispensasi sebagai alternatif terakhir dapat diajukan ke Pengadilan Agama dengan mempertimbangkan hal-hal yang terbaik bagi anak.” tutupnya.(Abror/Abas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page