![]() ![]() |
| Yumarlis SH, Humas Dinkes Kab. Jember, Foto: Heru, |
JEMBER – Kusta/Marbus Hansen merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang notabenya susah di sembuhkan karena di sebabkan oleh bakteri “MYCOBAKTERIUM LEPRAEL”, bakteri kusta ini mengalami perkembang biakan dalam 2-3 minggu. Bakter ini mampu bertahan di luar tubuh manusia hingga 9 hari, bahkan bakteri kusta ini mampu bertahan dalam masa inkubasi 2-5 tahun. Pengobatan terhadap penyakit kusta bersifat menekan perkembang biakan bakteri agar tidak menyebar ke bagian kulit lainnya.
Ada 3 tingkat penularan penyakit kusta di antaranya 1.seseorang yang memiliki system imunisasi tinggi terhadap penyakit kusta, 2.seseorang yang memiliki imunisasi rendah lebih cenderung mudah terinfeksi bakteri kusta dengan penderita kusta lainnya dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya, 3.seseorang yang memiliki pertahanan tubuh yang sangat lemah,maka kemungkinannya sangat besar jika orang yang kena kusta melakukan kontak langsung dalam kurun waktu yang cukup lama.
Seperti yang di ungkapkan oleh Yumarlis SH, Humas Dinas Kesehatan Jember kepada awak media, Kamis (24/3), menerangkan sebenarnya penyakit kusta itu masih bisa di sembuhkan dengan cara berobat secara rutin. Namun, masyarakat nampaknya enggan berobat mungkin karena malu atau faktor biaya. Karena masyarakat yang terdampak penyakit kusta kehidupannya di bawah rata-rata. Angka penderita penyakit kusta di Kabupaten Jember tembus 400 orang dan penyandang penyakit kusta peringkat ke 4 di Jawa Timur. Sungguh angka yang sangat fantastis bagi penderita di tingkat Kabupaten hingga mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Jember.
Ditegaskan Yumarlis, sampai saat ini masyarakat yang terdampak penyakit kusta kebanyakan dari Daerah pesisir selatan di antaranya Puger, Ambulu, Kencong, Gumuk Mas dan di wilayah pesisir lainya. Di harapkan kepada masyarakat yang terdampak penyakit kusta segera membawa ke Puskems terdekat atau langsung ke rumah sakit Dr Soebandi Jember, dipastikan yang bersangkutan tidak akan di kenakan biaya pengobatan.
Selama ini pihak Dinas Kesehatan telah melakukan langkah antipasi dan penyembuhan bagi masyarakat yang terdampak penyakit kusta, “Kami selalu memberikan kemudahan dalam hal penanganan penyakit bagi masyarakat khususnya kusta, kami khawatir bila tidak segera di tangani di khawatirkan mereka akan di kucilkan oleh masyarakat,” pungkas Yumarlis.(dik)














