Pembangunan Embung Desa Gabuswetan, Solusi Krisis Air Untuk Petani

0
61

INDRAMAYU, RADAR-X.net – Embung atau tendon air merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian (small farm reservoir) yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan.

Secara operasional embung berfungsi mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan pasokan air untuk keperluan tanaman padi dan tanaman lainnya serta mencegah banjir di musim penghujan.

Tak hanya itu, dalam embung juga dapat disebar ikan untuk usaha perikanan dan mencegah perkembangan jentik nyamuk. Bahkan embung dapat dijadikan objek wisata.

Diawali dengan observasi selama 2 (dua) tahun Kuwu Desa Gabuswetan Abdullah Irlan, S.H., berinisiatif membuat/membangun embung desa di atas lahan seluas 2 hektare dengan kedalaman 5 meter. Diharapkan embung desa yang dalam tahap pembangunannya baru mencapai 70% ini dapat mengairi sawah warganya seluas 50 hektare.

Saat awak radar-x.net menyambangi kediaman Kuwu Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (31/10/21), dirinya menyampaikan bahwa, pembangunan embung desa dibiayai sepenuhnya dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) ditambah sebagian kecil dari DD (Dana Desa).

“Namun demikian masih kekurangan dana dalam pembangunan embung ini.” Jawab Abdullah Irlan.

Baca Juga:  Pekerjaan Embung Wanakaya Disinyalir Agregat Mutu Betonisasi Asal-asalan

Masih kata Abdullah Irlan, S.H., idealnya luas embung 5 (lima) ha, namun karena keterbatasan lahan, untuk sementara 2 (dua) hektare dulu.

“Belum sepenuhnya dapat mengairi sawah warga kami, mungkin baru 35%, sisanya bersama-sama kita pakai sistem pompanisasi tapi paling tidak sebagian dapat kebagian air, pada saat musim kemarau.” Tukas Abdullah.

Kuwu Abdullah Irlan juga berharap, pasca selesainya pembangunan embung desa, agar masyarakat bisa menggunakan sebagai sarana wisata.

“Rencana sudah ada beberapa investor yang berminat untuk bekerja sama dalam hal kepariwisataan dan kuliner,” ujar Abdullah.

“Namun teknisnya nanti akan saya serahkan ke BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) untuk pengelolaanya.” Pungkas Kuwu yang dilantik pada 05 September 2019 lalu. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.