BeritaBudaya

Mengukir Sejarah, Pembacaan Sholawat Nariyah Penuh Makna

×

Mengukir Sejarah, Pembacaan Sholawat Nariyah Penuh Makna

Sebarkan artikel ini
Mengukir Sejarah, Pembacaan Sholawat Nariyah Penuh Makna
Foto : Abas, 
BONDOWOSO – Shalawat Nariyah merupakan salah satu Sholawat yang sangat populer dikalangan masyarakat muslim. Banyak yang meyakini manfaat sholawat nariyah mampu meringankan masalah, memecahkan kesulitan serta mudah tercapainya apa yang diharapkan.
Dalam hal ini, DPC. NU Bondowoso, gelar Nariyahan Nusantara dibaca serempak usai shalat Maghrib, yang dilaksanakan di kediaman Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Tohari, di Desa Pakuniran, Kec. Maesan, Kab. Bondowoso.
Acara Pembacaan sholawat Nariyah di hadiri oleh semua kader PKB mulai dari Ranting, MWC, dan juga dari Ranting NU hingga MWC dan warga NU. Sabtu (17/09/2016) Pukul 18.00 WIB.
Menurut Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso, H. Tohari, S.Ag., acara ini merupakan salah satu upaya menjauhkan bangsa ini dari persoalan yang seolah tak kunjung selesai. Ia mengajak kepada seluruh Kader-kader PKB agar tidak melupakan para pejuang NU, “karna PKB lahir dari Rahim NU, selalu menjaga dan istiqomah dalam menjalankan adat dan budaya yang telah di lakukan oleh para leluhur NU kalo bukan kita yang mendo’akan terus siapa lagi,” ujarnya
Selain itu, H. Tohari, juga mengingatkan tentang pentingnya pendidikan di era globalisasi ini, karna banyak sekali kita temui generasi bangsa ini yang sudah hancur aqidahnya yang mana sering kita temui di berbagai juru bangsa ini, mulai dari pelosok Desa hingga kota anak muda sudah berani melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama dan undang-undang seperti halnya melakukan tindak kriminal mabuk dan menkonsumsi obat terlarang.
Disamping itu, H. tohari, begitu akrab disapa, mendoakan agar bangsa Indonesia khususnya di wilayah Bondowoso dijauhkan dari segala bentuk konflik yang dapat menghacurkan dan menyengsarakan bangsa ini. Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat agar saling mengontrol kinerja Pemerintah dengan harapan bisa menjadi hidup makmur.
“Dibutuhkan keikhlasan umat Islam di Indonesia melakukan Nariyahan Nusantara,” terangnya.
Seluruh kader PKB mendoakan agar partai tetap solid dan lebih kuat, berjaya serta terus dapat memperjuangkan Islam yang rahmatan lil alamin.
Pembacaan sholawat Nariyahan sebanyak 4444 kali, Acara berlangsung khidmat, khusu’ dan tumakninah. (Abas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page