PEKANBARU, Radar-X.Net – Kasus maraknya isu penculikan anak dibawah umur marak terjadi diluar Provinsi Riau, sementara kasus yang sama di Pekanbaru hingga saat ini belum pernah terjadi ditahun 2017. Polisi masih melakukan pemantauan ekstra ketat.
“Kita belum menemukan kasus penculikan anak di wilayah Pekanbaru,” ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, saat ditemui RADAR-X, Senin (20/3/2017) malam.
Peristiwa hal serupa, lanjut Guntur, pernah terjadi didaerah Kabupaten Indragiri Hulu ditahun 2016 silam. Saat itu penculikan anak dibawah umur, namun dapat diselesaikan secara persuasif dan persuasif.
“Beruntung, korban dapat ditemukan kembali, sehingga dapat diselesaikan secara adat. Tidak merugikan sapa-sapa,” kata Guntur.
Sementara kasus penculikan anak dibawah umur yang sudah terjadi diluar Riau, tidak berimbas ke daerah Pekanbaru, belum ditemukan kasus serupa. Jikapun ada segera laporkan kepihak kepolisian, namun peran orang tua disini sangat penting.
“Sejauh ini kasus yang kita terima dari warga Pekanbaru belum ditemukan dan belum terjadi hingga saat ini. Jika ada yang merasa warga kehilangan anggota keluarganya dapat segera dilaporkan ke polisi. Meski demikian, peranan otang tua sangat penting demi mencegah terjadinya penculikan anak,” terang Guntur.
Guntur juga menghimbau kepada warga Pekanbaru, khususnya orang tua dapat menjaga anaknya. Tidak mudah percaya dengan orang terdekat dan orang lain. Sementara modus para pelaku banyak, mulai dari iming-iming dan melalui perantara.
“Peran aktif orang tua sangat penting bagi anak-anak mereka, jangan pernah percaya kepada orang terdekat dan yang baru kenal. Jangan mudah percaya. Jika terjadi pulikan dapat menghubungi pihak kepolisian terdekat dan segera dapat kita ungkap,” imbuh Guntur.
Sementara Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, saat dihubungi RADAR-X, melalui telpon sesulernya mengatakan, peranan penting orang tua sangat dibutuhkan anaknya.
“Peran orang tua bagi anak-anak mereka sangat penting. Tidak terlepas dari pantauan dimana mereka bermain dan teman dekatnya yang sering bermain,” ujar Seto.
Disamping itu, Seto juga memberikan arahan pencegahan terhadap penculikan anak terhadap seluruh warga dan orang tua. Dengan memberikan pelatihan kepada anak, tidak mudah percaya kepada seseorang dan selalu komunikasi dengan anak.
“Berikan pelatihan kepada anak sendiri yang tidak mengandung resiko, tidak mudah percaya bujuk rayuan siapa saja yang baru kenal. Namun selalu berkomonikasi dengan anak dan peduli terhadap perasaan anak. Itu saja sudah cukup untuk mencegah terjadinya kejahatan terhadap anak,” terang Seto. (Helmi)













