Ketum GMS Tanggapi Serius Perpanjangan PPKM Di Sampang

0
30

SAMPANG, RADAR-X.net – Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di sejumlah wilayah di Pulau Jawa – Bali hingga 2 Agustus mendatang.

Pasalnya, perpanjangan PPKM skala 4 tersebut, guna menekan lonjakan wabah Covid-19 yang kian hari makin meningkat.

“Dengan mempertimbangkan beberapa aspek mulai dari kesehatan, ekonomi dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021,” kata Presiden Joko Widodo, lewat konferensi pers, pada Minggu, 25 Juli 2021.

PPKM level 4 ini, kata Presiden, merupakan kebijakan pemerintah dalam menanggulangi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Berbagai langkah diterapkan di banyak sektor. Selain itu, juga guna mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga sejumlah jalan juga ditutup.

Terkait dengan perpanjangan PPKM Level 4 ini, ketua Gerakan Masyarakat Sampang (GMS), Jihaduddin Ansori mengungkapkan, pada prinsipnya GMS mengapresiasi kebijakan pemerintah soal PPKM Level 4, namun juga harus diimbangi dengan kebijakan-kebijakan lain yang menyentuh persoalan ekonomi yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga:  Jihaduddin Ansori Ketua GMS Sampang, Turut mengucapkan Dirgahayu Adhyaksa ke-60

Perpanjangan PPKM Level 4 ini, kata Ra Jihad Sapaan akrabnya, hendaknya bisa dilihat dalam perspektif yang lebih luas, sehingga mampu menumbuhkan perputaran perekonomian masyarakat.

“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam memperpanjang PPKM Level 4 ini, namun pemerintah juga harus mempertimbangkan aspek lain, khususnya dalam dalam hal ekonomi. Selain itu, perpanjangan PPKM level 4 ini juga harus diimbangi dengan disiplin dan kesadaran masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sehingga penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan, dengan landai laun situasi akan kembali seperti yang kita harapkan bersama, dengan demikian, perekonomian akan tumbuh kembali,” terang Jihad.

Jihad mengingatkan, pemerintah harus membantu perekonomian masyarakat terutama kelompok di lapis bawah dengan bantuan langsung tunai (BLT) yang cukup, karena kebijakan PPKM ini membatasi ruang gerak masyarakat, sehingga berdampak masyarakat sulit dalam melakukan aktifitas ekonominya.

“Secara konstitusi, tugas pemerintah adalah melindungi rakyat diantaranya dari bahaya virus, serta memberi kesejahteraan bagi mereka. Pemerintah harus hadir di tengah-tengah rakyat, sehingga tumbuh kesadaran masyarakat untuk bersama-sama memerangi pandemic ini,” ujar Ketua GMS.

Baca Juga:  Pesan Ir. H. TA Khalid, MM Di Hari Pers Nasional (HPN) 2020

Lebih jauh Jihad mengungkapkan bahwa, untuk saat ini PPKM di Sampang level 3 bukan lgi level 4, seharusnya di Sampang ini sudah ada pembukaan pemblokiran jalan, dan lampu dijalan dinyalakan secara bertahap biar tidak terlihat seperti kuburan. Maka dengan adanya perpajangan PPKM yang hingga tanggal 2 Agustus 2021 ini sangat merugikan terhadap para pedagang kaki lima, dan banyaknya keluhan dari masyarakat bahwa mereka ketakutan dengan adanya penyekatan disetiap pertigaan jalan.

“Yang sangat saya sayangkan, jika pemerintah melakukan vaksinasi terhadap masyarakat dengan cara memaksa sehingga mereka semakin ketakutan, seharusnya pemerintah turun ke masyarakat guna memberikan pemahaman dan edukasi, dan dengan berjalannya waktu insya Allah masyarakat akan sadar sendiri betapa pentingnya vaksinasi.” Pungkas Jihad

Sebelumnya, sejumlah kalangan menolak PPKM Level 4 diperpanjang. Terutama para pedagang dan pelaku usaha yang merasa pembatasan mobilitas masyarakat yang membuat omzet mereka turun drastis.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih pertanyakan apa arti level 3 dan level 4. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.