Berita

Ketua MKKS Keluhkan Kunjungan Kacabdin Wilayah Jember yang Dinilai Tidak Produktif

×

Ketua MKKS Keluhkan Kunjungan Kacabdin Wilayah Jember yang Dinilai Tidak Produktif

Sebarkan artikel ini

Lumajang (4/6/2025) – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN dan SMKN di Wilayah Jember dan Lumajang menyampaikan keluhan serius terkait frekuensi kunjungan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Sugeng Triyono yang dinilai terlalu sering dan tanpa arah pembinaan yang jelas.

Menurut Kepala Sekolah dan juga MKKS, dalam satu bulan, seorang kepala sekolah bisa menerima kunjungan dari Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) hingga empat hingga lima kali. Namun, kunjungan tersebut kerap hanya berisi perbincangan ringan dan basa-basi, tanpa ada agenda pembinaan, supervisi, atau evaluasi yang substansial.

“Kunjungan yang berulang-ulang tanpa tujuan jelas sangat membebani kami. Selain mengganggu ritme kerja sekolah, juga memberi tekanan non-formal. Bahkan kerap berujung pada urusan ‘amplop dan map’,” ungkap Pengurus MKKS berinisial “S dan A” yang enggan disebutkan namanya demi menjaga stabilitas organisasi.

Lebih lanjut, pengurus MKKS menyebut bahwa kegiatan Kacabdin Wil Jember lebih sering berfokus pada mobilitas keliling daripada menjalankan fungsi manajerial dan pembinaan strategis dari kantor. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa tidak ada arah dan visi konkret dalam memajukan mutu pendidikan di wilayah Jember.

“Sepanjang pengalaman kami, baru kali ini kami punya Kacabdin di Wil Jember yang tidak membawa arah pembinaan yang jelas. Beliau sering turun ke lapangan, tapi kami merasakan lebih ke simbolis — bukan pembinaan substansial. Bahkan beberapa sekolah menyampaikan tekanan moral terkait kontribusi untuk kebutuhan pribadi, termasuk urusan sewa rumah,” tambah seorang kepala sekolah bernisial ST yang juga pengurus MKKS.

Keluhan ini muncul bukan untuk menjatuhkan, namun sebagai bentuk kegelisahan kolektif para kepala sekolah yang merasa bahwa fungsi koordinasi dan pembinaan dari Cabang Dinas harusnya berjalan secara sehat, terbuka, dan berorientasi pada mutu pendidikan.

Pengurus MKKS SMAN / SMKN Jember dan Lumajang berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dapat melakukan evaluasi dan klarifikasi secara objektif terhadap laporan-laporan ini, demi menciptakan suasana profesional dan kondusif di dunia pendidikan wilayah Jember. (r1ck)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page