EkonomiTerbaru

Kesulitan Ekonomi, Balita di Agara Alami Gizi Buruk, Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

×

Kesulitan Ekonomi, Balita di Agara Alami Gizi Buruk, Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Sebarkan artikel ini

Aceh Tenggra, radar-x.net – Pasangan suami istri (Pasutri) Masuri, 38 tahun, dan Sadimah, 37 tahun, warga desa Simpang Empat, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, merupakan orang tua balita penderita gizi buruk Ahmad Saleh Selian 7 bulan, mengaku mengalami kesulitan ekonomi dalam menjani hidup, ditambah lagi sang anak sering sakit-sakitan sejak dilahirkan.

“Kesulitan ekonomi semakin terasa berat ditambah kondisi di tengah pandemi Covid-19. Jangankan biaya berobat dan membeli susu, untuk makan sehari-hari saja terkadang harus mencari pinjaman kepada tetangga,” ungkap Sadimah saat dikonfirmasi radar-x.net, Sabtu (7/11/2020) di kediamannya.

Ia juga mengaku, sejak lima bulan lalu pindah ke desa Simpang empat, sang suami belum mendapatkan pekerjaan tetap, sebelumnya mereka tinggal di Kabupaten Bener Meriah sebagai buruh tani di salah satu kebun warga setempat.

Kondisi sang anak, Ahmad Saleh Selian saat ini cukup memperihatinkan, selain badan semakin hari semakin kurus, berat badan setelah ditimbang pihak bidan hanya 3,5 kilogram, jauh di atas normal yakni mencapai 8 kilogram lebih jika pertumbuhannya normal.

Diketahui, anak pasutri ini diduga mengalami gizi buruk dengan kondisi memperihatinkan. Kondisi tubuh balita ini kurus kering dan berbeda dengan balita normal lain seusianya.

Bahkan ia belum pernah mendapatkan fasilitas kesehatan karena tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) dan belum tercatat sebagai warga desa Simpang Empat tempat ia tinggal saat ini.

Sadimah juga mengatakan, anaknya saat dilahirkan berat badannya hanya dua kilogram, lahir secara operasi caesar dengan kondisi prematur dan sering sakit-sakitan.

“Kami baru lima bulan lebih menetap di desa Simpang Empat, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, namun baru tanggal 5 November 202 kemarin resmi menjadi penduduk desa Simpang Empat ini setelah Kartu Keluarga dan KTP di urus salah seorang pihak keluarga,” katanya.

Sadimah dan suaminya mengatakan akan berupaya mengobati anaknya setelah ia memiliki kelengkapan administrasi kependudukan secara resmi. Selain itu, Sadimah dan suami juga berharap ada uluran tangan pihak dermawan. (RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page