MADURA-SAMPANG, Radar x. net – sejumlah Masyarakat kecewa dan kesal, khususnya para sopir angkot yang sampai saat ini keluhkan adanya program my pertamina pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sabtu, 10/09/2022
Kekecewaan dan Kekesalan serta keluhan tersebut disampaikan oleh beberapa sopir angkot, baik yang trayek pendek maupun trayek panjang, lantaran kartu sekaligus barcode mypertamina miliknya sering tidak dapat dimanfaatkan sehingga Kouta BBM untuknya berstatus habis.
W salah satu sopir asal kecamatan Omben Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, Salah satunya yang merasa kecewa bahkan menduga ada permainan dari oknum Pertamina atau SPBU.
“Ya betul mas…! Kouta BBM bersubsidi punya saya sering habis, padahal Kouta untuk kartu mypertamina saya setiap hari 80 liter, tetapi kenapa kok sering habis padahal saya bum membelinya.” Ucap W saat menghubungi media Radar x.
“AQ heran mas…! Ada apa sih dengan mypertamina, kok bisa dan sering terjadi pada kartu saya.” Lanjutnya kesal penuh tanya
Diceritakannya, bahwa dirinya saat mendaftar program Mypertamina disalah satu Stasiun Pengungsian Bahan Bakar Umum (SPBO) di Sampang yang berbayar.
“Waktu saya mendaftar mypertamina di salah satu SPBU saya dikeenakan biaya.” Cetus W.
Senada diungkapkan MM Aktivis asal Desa Sogiyan kecamatan Omben Sampang,
menurutnya kartu mypertamina yang diprogramkan oleh pemerintah dianggap tak bermanfaat, karena para pemegang kartu sama saja dengan orang-orang yang tidak memegang kartu cara mendapatkan BBM.
Terpisah, salah satu karyawan SPBU yang tak berkenan dipublikasi namanya mengatakan sembari heran, bahwa antara pemilik kartu dan yang tidak yaitu fasilitasnya untuk mendapatkan BBM sama saja, mereka sama-sama berbayar sesuai pembelian.
“Ya sama lah mas…! sampai saat ini Aku juga heran, apasih bedanya bagi yang punya kartu dan yang tidak punya?.” Tuturnya heran
Hingga berita ini ditulis, sampai saat ini masyarakat masih heran dengan adanya kartu mypertamina tersebut.
(Korwil Madura/Tim)














