Daerah

Jembatan Sentong Bondowoso Kembali Dibuka! Lebih Lebar, Lampu Menyala, Kendaraan Roda Enam Bisa Melintas

1
×

Jembatan Sentong Bondowoso Kembali Dibuka! Lebih Lebar, Lampu Menyala, Kendaraan Roda Enam Bisa Melintas

Sebarkan artikel ini

BONDOWOSO, Radar-X.net – Setelah sempat ambrol diterjang hujan deras pada 23 Februari 2026, Jembatan Sentong yang menjadi jalur vital penghubung Bondowoso–Jember akhirnya kembali dibuka untuk lalu lintas, Jumat (6/11/2026).

Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat dan pengguna jalan yang selama berbulan-bulan harus menghadapi dampak kerusakan jembatan di perbatasan Kelurahan Nangkaan dan Desa Sukowiryo, Bondowoso.

Namun, jangan buru-buru menganggap pembukaan ini sebagai peresmian. Jembatan Sentong hari ini mulai menjalani open traffic atau pembukaan lalu lintas, sekaligus evaluasi kondisi setelah pekerjaan konstruksi diselesaikan.

Tutut Putro, Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Jember, menyampaikan bahwa pekerjaan jembatan yang berlangsung sejak Maret hingga November telah rampung. Meski demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan minor dan pembersihan material yang perlu dituntaskan.

“Dari bulan Maret hingga kini alhamdulillah proyek bisa diselesaikan. Namun, kami mohon kepada masyarakat pengguna jalan tetap berhati-hati karena masih ada material-material yang harus kami bersihkan,” ujar Tutut.

Ia meminta pengguna jalan mengurangi kecepatan, mematuhi rambu lalu lintas, serta menjaga keselamatan selama masa uji coba pembukaan.

Menurutnya, pihak pengelola jalan terus berkoordinasi dengan Satlantas, Dinas Perhubungan, dan pihak terkait agar arus kendaraan berjalan lancar tanpa menimbulkan kendala.

Lebih Lebar dari Jembatan Lama, Kini Jalur 12 Meter

Salah satu perubahan yang mencolok dari Jembatan Sentong yang baru adalah dimensinya.

Tutut menjelaskan, jalur lalu lintas jembatan kini memiliki lebar 12 meter. Angka tersebut lebih lebar dibandingkan jembatan lama yang memiliki lebar 9 meter, termasuk seluruh bagian dinding jembatan.

“Kalau jalur lalu lintas untuk jembatan yang baru ini 12 meter, alhamdulillah. Yang lama 9 meter termasuk semua dinding jembatan,” jelasnya.

Tak hanya lebih lebar, penerangan jalan umum (PJU) di jembatan juga sudah menyala seluruhnya.

“Alhamdulillah sudah nyala semuanya,” ungkap Tutut.

Dengan kondisi tersebut, Jembatan Sentong diharapkan kembali mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi dan perjalanan antarkabupaten.

Kendaraan Roda Enam Bisa Melintas, Tetapi Jangan Ugal-ugalan

Kabar yang tak kalah menarik, pembukaan lalu lintas kali ini tidak disertai pembatasan jumlah roda maupun muatan kendaraan secara khusus.

Saat ditanya mengenai kendaraan roda enam ke atas, Tutut menyampaikan bahwa kendaraan tersebut insyaallah sudah bisa melintas.

“Kita lakukan uji coba, namun kita tidak membatasi jumlah muatan atau jumlah roda. Sambil kita evaluasi kembali, makanya kita sampaikan bahwa hari ini uji coba pembukaan lalu lintas (open traffic) dan evaluasi,” katanya.

Meski demikian, pengguna jalan tetap diminta tidak mengabaikan keselamatan.

Tutut menegaskan, kendaraan harus melintas dengan hati-hati, mengurangi kecepatan, serta mematuhi aturan dan rambu lalu lintas yang berlaku.

Artinya, dibukanya jembatan bukan berarti pengendara bebas melaju tanpa memperhatikan kondisi sekitar.

Garis Pengaman Masih Terpasang, Jangan Digeser!

Pengguna jalan yang melintas mungkin akan melihat garis pengaman atau safety line di sisi kanan dan kiri jembatan.

Tutut menjelaskan, garis tersebut sengaja dipasang untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus melindungi pekerja yang masih melakukan pembersihan dan penanganan minor.

“Ini masih kita lakukan pembersihan-pembersihan ataupun penanganan minor di Jembatan Sentong. Kami masih pasang garis pengaman supaya pengguna jalan sudah bisa melintas dengan aman, teman-teman pekerja yang melakukan pembersihan juga aman,” jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memindahkan atau menggeser pembatas tersebut.

Sebab, keberadaan garis pengaman bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari upaya mengantisipasi potensi kecelakaan selama pekerjaan lanjutan berlangsung.

Polisi Ingatkan Pengendara, Jangan Jadikan Jembatan Tempat Swafoto

Di tengah dibukanya kembali Jembatan Sentong, muncul perhatian lain yang tak kalah penting.

Arus kendaraan yang melintas terpantau padat, sementara sejumlah pejalan kaki terlihat berhenti untuk berswafoto di area jembatan.

Situasi tersebut berpotensi membahayakan, baik bagi pejalan kaki maupun pengendara yang melintas.

Eko Cahyono PS, Kanit Kamsel Satlantas Polres Bondowoso, menjadi bagian dari unsur kepolisian yang turut mengawal aspek keselamatan lalu lintas dalam pembukaan tersebut.

Masyarakat diimbau tidak berhenti sembarangan, tidak berkerumun di badan jalan, dan tidak menjadikan jembatan sebagai lokasi swafoto yang mengganggu arus kendaraan.

Keselamatan harus menjadi prioritas, terlebih Jembatan Sentong merupakan jalur penghubung penting dengan aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi.

Bukan Peresmian, tetapi Jembatan Sudah Bisa Digunakan

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak turut memberikan penegasan bahwa kegiatan hari ini bukanlah peresmian jembatan.

Melalui keterangannya, Emil menyampaikan bahwa pembukaan dilakukan agar jembatan bisa segera dimanfaatkan masyarakat.

“Ngapunten hari ini bukan peresmian, tapi memang open traffic agar bisa segera digunakan,” demikian keterangannya.

Dengan dimulainya open traffic, Jembatan Sentong kembali menjadi jalur yang dapat dimanfaatkan masyarakat Bondowoso dan pengguna jalan menuju Jember.

Meski demikian, masa evaluasi masih berlangsung. Pengendara diminta tidak mengabaikan garis pengaman, menjaga kecepatan, serta mengutamakan keselamatan selama melintas.

Jembatan Sentong kini kembali terbuka. Jalur lebih lebar, penerangan menyala, kendaraan roda enam bisa melintas. Tetapi satu hal yang tidak boleh dilupakan: keselamatan bukan untuk diuji coba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page