JEMBER, RADAR-X.net – Salah satu program kegiatan pembangunan Infrastruktur desa Kraton kecamatan Kencong yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) tahun 2021, hasil fisik proyeknya disesalkan warga penerima manfaat.
Pasalnya, kata warga dusun setempat yang tak mau namanya ditulis menyampaikan pada media bahwa, anggaran dana desa Kraton kecamatan Kencong senilai Rp.68.059.800.- yang diperuntukan pada pembangunan proyek Jalan Lapen Dusun Muneng Desa Kraton kecamatan Kencong, Volume Panjang 220 M, Lebar 3 M dikerjakan oleh Samsul LPM desa Kraton tersebut disesalkan karna hanya menggunakan 10 Drum asphal, sehingga warga setempat yang melihat saat pelaksanaan proyek itu menggerutu.
Seperti yang disampaikan oleh (S) warga setempat pada media bahwa, dirinya sebagai penerima manfaat proyek jalan dusun Muneng ini menolak hasil pembangunam proyek jalan tersebut, dengan alasan karena diduga pengerjaannya asal-asalan dan disinyalir tidak sesuai dengan RAB dan SPECK proyeknya.
“Menurut kami pelaksanaan proyek jalan ini kuat diduga menyimpang dari juklak dan juknis proyeknya,” kata S.
Muhajir PLH kepala desa Kraton kecamatan Kencong saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pelaksanaan proyek itu ia kira sudah sesuai dengan apa yang diharapkan, karena pendampingnya disuruh mendampingi terus.
“Ya sesuai dengan RAB yang ada, dan bisa dipertanggungjawabkan, karena selama ini kan urusannya kepala desa yang lama, karena saya PLH yang harus segera menyelesaikan hingga Akhir tahu ini,” kata Muhajir.


Saat ditanya pelaksanaan pembangunan proyek jalan Lapen Dusun Muneng itu menggunakan asphalnya berapa kg permeter persegi, karena Volume proyeknya 3X220 M. Kok hanya menghabiskan 10 Drum asphal.?
“Wah kalau itu saya tidak ngerti mas, karena memang saya bukan orang tehnik tutur,” ucap Muhajir,” pada media di ruang kerjanya. Senin, 27 Des 2021.
Dengan demikian bisa menyimpulkan bahwa, apa yang disampaikan oleh Muhajir dalam wawancaranya dengan media waktu itu mengatakan, kalau pelaksanaan proyeknya dia kira sudah sesuai dengan harapannya, lucunya dia sendiri tidak tahu persis pelaksanaan proyeknya seperti apa dan bagaimana bunyi petunjuk di RAB nya.!
“Bagaimana akan sesuai dengan harapannya, kalau pelaksanaan fisik bangunan proyek jalan dusun ini akan menghasilkan kualitas yang baik kalau pekerjanya tidak punya dasar tehnik konstruksi, yang seharusnya Muhajir PLH desa Keraton punya acuan yang dijadikan prinsip seperti “the right man in the right place”!” ungkap S warga setempat Senin, 27 Des 2021 di rumahnya.
Namun sayangnya ketika dugaan kasus proyek jalan dusun Muneng dikerjakan asal asalan oleh Samsul LPM desa Keraton kec Kencong ini dikonfirmasikan ke Drs.Gaguk Budi Santoso M.Si. Camat Kencong sedang tidak ada dikantornya.
Selain itu, media mencoba berkali kali menghubungi nomor telefon maupun whastAppnya Gaguk tidak merespon konfirmasi, sehingga media coba mengirim pesan suara yang butuh konfirmasi terkait persoalan diatas, apa langkah tegas Camat Kencong?
Hingga brita ini tayang Gaguk Camat Kencong sulit untuk dikonfirmasi media, hingga terkesan bila ada Opsi bagi saya, lebih baik menghubungi dan berkomunikasi dengan Pak Bupati ketimbang menghubungi camat Kencong meskipun untuk keperluan konfirmasi. (*)
*Bersambung….
(Latif)














