![]() ![]() |
| Foto : Rullah |
JEMBER – Pasca pertemuan pertama dengan Bupati pekan lalu, para pengurus persatuan sepak bola seluruh indonesia(PSSI) Jember, perwakilan anggota, Kanpora dan Komite olah raga Nasional Indonesia(KONI) Jember, akan mengakan musyawarah untuk mencari solusi persepak-bolaan di Jember, yang akan dilaksanakan pada awal bulan Juni mendatang.
Ahmad Halim, Ketua Koni Jember, mengatakan. “Saya bersama Diponegoro dan Kanpora di panggil khusus Bupati berapa waktu lalu, intinya Bupati Faida, meminta secepatnya untuk mengadakan musyawarah untuk mencari win-win solution, musyawarah bagaimana bentuknya apakah KLB, Muscablub atau mundur terserah, Koni sebagai induk organisasi hanya menjembatani saja.” terangnya saat ditemui radar-x.net dikediamannya
Karena, Bupati bersama rakyat mengharap ada perubahan dan peningkatan dalam persepak-bolaan di Jember ke depan. Apalagi dengan memakai anggaran pembinaan uang Negara. “Semua itu tentunya kembali lagi kepada pengurus dan anggota PSSI Jember sendiri untuk menyelesaikan persoalan internal tersebut.” tambahnya
Secara terpisah, Efendi, perwakilan anggota klub yang juga pemilik Klub Rejo Agung Mangli, mengatakan, “Mengharap Diponegoro mundur secara baik-baik saja, daripada diturunkan paksa oleh anggota PSSI Jember.” tegasnya
“Supaya persoalan ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut, apalagi sejak kemarin Menpora telah mencabut surat pembekuan kepada PSSI pusat, sehingga mengakibatkan semangat baru bagi pelaku bola yang ingin ber prestasi khususnya di Kab. Jember.” Imbuhnya lebih lanjut
Seperti yang diberitakan sebelumnya, “Ketua PSSI Jember, Diponegoro di tuntut mundur dari jabatan karena di duga tak teransparan terkait anggaran kepada anggota,” Pungkasnya.(Rullah)














