Guru Bondowoso Raih Penghargaan Bergensi “LITERACY AWARDS 2017”
Sebarkan artikel ini
Saat pemberian penghargaan
(Foto:Arik)
BONDOWOSO,Radar-X.Net – Guru SMP Negeri 1 Klabang–Bondowoso, sekaligus Ketua IGI (Ikatan Guru Indonesia) Kabupaten Bondowoso, Mohammad Hairul, S.pd., M.pd. meraih penghargaan finalis terbaik ke-2 program Literacy Awards Tahun 2017.
Puncak acara digelar pada senin (1/5) malam, di Auditorium Andi Hakim Nasution Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat. Pusat Pengembangan Pesantren dan Pendidikan (P4) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Harian Republika, selaku penyelenggara menyerahkan hadiah kepada 5 terbaik dari 25 finalis yang hadir malam itu.
Mohammad Hairul, selaku finalis terbaik ke-2 menerima langsung hadiah dan sertifikat yang diserahkan Wakil Rektor IPB Prof. Dr. Yonny Koesmaryono. Disaksikan oleh Wakil ketua umum Baznas Zainul Bahar Noor, dan Wakil Pimpinan Redaksi Republika Irfan Junaidi.
Hadir juga para Dewan Juri Literacy Awards, yaitu Ir. Mintarti M.Si dari P2 SDM, LPPM IPB (Penggerak 170 Posdaya binaan IPB), Syahruddin El Fikri (Kepala Redaksi Republika Penerbit), dan Ahmad Fikri (Direktur Baznas Tanggap Bencana, Kepala Bagian Kemanusiaan Baznas).
Mohammad Hairul hadir di Bogor sejak 29 April 2017. Ia sebagai 25 finalis seluruh Indonesia yang diundang untuk sesi presentasi program literasi yang terinspirasi dari Buku Ayah; Biografi Buya Hamka. Para Finalis berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dari Pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Menurut Hairul selama kegiatan itu ia merasa senang dapat berjumpa dengan 24 finalis lain yang merupakan guru-guru hebat dan inspiratif dari seluruh penjuru tanah air.
Program yang dibuat dan dipresentasikan Hairul pada event Literacy Awards adalah Meningkatkan Budaya Literasi dengan Program REZ (Reading Emergency Zone) ‘Areal Membaca darurat’. Program itu merupakan program yang disusun berdasarkan Inspirasi hasil membaca Buku Ayah: Kisah Buya Hamka. Pada halaman 230 buku Ayah: Kisah Buya Hamka ada kutipan “Setiap hari, sepulang sekolah Diniyah, pukul 10 pagi sampai pukul 1 siang, Ayah asyik membaca beragam buku di sana. Dari mulai buku agama Islam, sejarah, sosial, politik, maupun roman, semua tersedia di taman bacaan itu.
Sedangkan pada halaman 232 ada kutipan “Hai, Malik jangan kau bermain bersama adik-adikmu, mukamu buruk seperti kotoran kerbau kena hujan!” kata Angku itu. Semakin sedih hati Ayah. waktunya kemudian lebih digiatkan untuk membaca di taman bacaan.
Selain gemar membaca, Ayah pun rajin mencatat di buku tulis hal-hal yang harus diingatnya. berdasarkan inspirasi dari buku itu, kemudia Hairul menyesuaikan dengan konteks tempat ia mengajar, yaitu di SMP Negeri 1 Klabang. dia menjadikan tempat siswa bersantai saat jam istirahat sebagai Areal Membaca Darurat. Ia menyediakan buku-buku untuk dibaca siswa di gazebo, di bawah pohon mangga yang rindah, dan di teras-teras kelas. Apa yang ia lakukan itu kemudian ia konsepkan menjadi program REZ (Reading Emergency Zone).
Harapan yang disampaikan Hairul setelah menerima pengahargaan Literacy Awards agar program litersi menjadi gerakan bersama seluruh pihak. terlebih lagi para guru, para pendidik. melalui quote berikut ia mengharapkan para pendidik dan siswa bersama-sama mengakrabkan diri dengan bacaan berkualitas.
“Dalam dunia literasi, dosa guru bila tidak menyediakan bacaan berkualitas, dan dosa siswa bila tidak membacanya”, ungkapnya.
Sedangkan Bupati Bondowoso Amin Said Husni bersyukur atas di raihnya penghargaan tersebut, “Alhamdulillah atas prestasi yang membanggakan ini, dan hal ini merupakan bukti keunggulan kualitas SDM Bondowoso, semoga prestasi ini juga menjadi motivasi bagi yang lain.” Pungkas Bupati Bondowoso.