Investigasi

Ganti Rugi Rumpon di Madura Mandek, Petronas Malah Gelar Sosialisasi AMDAL Sumur Hidayah

693
×

Ganti Rugi Rumpon di Madura Mandek, Petronas Malah Gelar Sosialisasi AMDAL Sumur Hidayah

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, RADAR-X.Net – Kekecewaan nelayan Pantura Madura terhadap Petronas Carigali dan PT Elnusa kian memuncak. Ribuan rumpon atau rumah ikan milik nelayan yang hancur akibat aktivitas 3D seismik migas hingga kini tak kunjung mendapat ganti rugi.

Ironisnya, di tengah belum adanya penyelesaian, Petronas justru menggelar sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk rencana eksploitasi Sumur Hidayah di sebuah hotel mewah di Kota Surabaya, Selasa (12/8/2025).

Bagi para nelayan, langkah ini bukan hanya bentuk pengabaian, tapi juga penghinaan terhadap masyarakat pesisir.

Halil, nelayan asal Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, menilai Petronas sengaja menggelar sosialisasi secara tertutup dan jauh dari lokasi terdampak.

“Seharusnya sosialisasi itu dilakukan di Sampang, bukan di Surabaya. Sumur Hidayah itu letaknya di perairan Pantura Madura, bukan di depan pintu hotel Surabaya,” tegas Halil dengan nada geram.

Ia menolak keras setiap rencana eksploitasi migas sebelum ganti rugi rumpon diselesaikan. Menurutnya, Petronas dan PT Elnusa tidak bisa berlindung di balik agenda baru sambil menelantarkan janji kepada nelayan.

“Petronas dan PT Elnusa jangan bohongi rakyat. Kalau rumpon belum diganti rugi, jangan mimpi eksploitasi migas di Sumur Hidayah. Ini perairan kami, bukan milik perusahaan asing untuk diambil seenaknya,” ujarnya lantang.

Halil juga menuding Petronas berusaha melempar tanggung jawab ke Bupati Sampang atau pihak lain. Padahal, kata dia, yang merusak rumpon adalah Petronas dan PT Elnusa sendiri.

“Kalau memang dananya ada di Bupati Sampang, ya silakan komunikasikan. Jangan diam. Jangan jadikan nelayan korban permainan lempar tanggung jawab,” kecamnya.

Sampai berita ini diturunkan, Manager Petronas, Erik Yoga, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, memilih bungkam tanpa memberi penjelasan. Sikap diam ini kian memantik amarah nelayan, yang merasa mereka hanya dijadikan korban proyek migas tanpa kepastian ganti rugi.

Bagi masyarakat Pantura Madura, kehadiran Petronas kini bukan lagi membawa harapan, melainkan meninggalkan luka dan rasa dikhianati.

(Fariz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page