Enam Kelas Belajar Di Tiga Ruangan, G-MAS: Disdik Lepas Pantau

0
5

SAMPANG, RADAR-X.net – Proses belajar mengajar di sekolah dasar negeri (SDN) Karang Penang Oloh 4, kecamatan Karang Penang kabupaten Sampang Madura, begitu memprihatinkan.

Pasalnya, dari 6 kelas dan sekian banyaknya siswa yang sedang aktif melakukan proses belajar mengajar serentak di sekolah tersebut hanya bisa menempati tiga ruangan dengan menggunakan sistem sekat, sehingga dinilai sangat tidak layak untuk melakukan proses pembelajaran yang efektif karena merasa terganggu satu sama lainnya.

Ironisnya, selain menghambat proses belajar mengajar disekolah tersebut, juga dinilai mudahnya menimbulkan penyebaran wabah virus yang dikarenakan berkerumunan, apalagi saat ini negara atau pemerintah sedang gencarnya memutus Penyebaran Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Gerakan Masyarakat Adil Sejahtera (G-MAS) kabupaten Sampang angkat bicara dan meminta Dinas Pendidikan kabupaten Sampang harus tau persoalan yang sedang dialami sekolah dan para siswa. Kamis (24/06/2021)

Ilham ketua G-MAS kabupaten Sampang kepada media radar-x mengatakan, bahwa pemerintah melalui Dinas Pendidikan harus tegas menangani serius persolan ini demi masa depan negara serta membantu proses penanganan memutus penyebaran wabah Covid-19.

Baca Juga:  SMKN 1 Gandapura Berbagi Produk Sekolah ke Masyarakat dan Siswa Dampak Covid-19

“Dinas Pendidikan harus tau soal ini dong…! Karena ini merupakan salah tujuan utama pemerintah dalam mencerdaskan putra putri bangsa, selain itu untuk mencegah dan memerangi penularan Covid 19 di kabupaten Sampang.” Ucap Ilham

Ilham menilai bahwa selama ini Dinas Pendidikan kurang memberikan pemantauan terhadap tempat-tempat pendidikan dipelosok desa, sehingga menimbulkan terjadinya beberapa keluhan dari wali murid dan tenaga pendidik.

“Saya sudah turun ke lokasi mas…! Lanjut Ilham. Di SDN Karang Penang Oloh 4 itu, dari 6 kelas disana menempati 3 ruangan dengan cara menyekat ruangan, yaitu 1 ruangan digunakan untuk 2 kelas yang diisi siswa dan tenaga pendidik.” Ungkap Ilham.

Lebih jauh Ilham mengatakan, selain minimnya ruangan yang utuh, juga ditemui beberapa ruangan yang rusak namun sampai saat ini masih belum adanya peninjauan terkait ruangan yang rusak parah itu dari dinas terkait.

“Saya berharap kepada pemerintah melalui Dinas Pendidikan untuk segera melakukan peninjauan dan monitoring pada sekolah-sekolah di pelosok desa.” Harap Ilham. (MK/TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.