Lingkungan

Halaman Sekolah Dibiarkan Kumuh Dan Berantakan, Kepsek: Itu Bukan Urusan Saya

×

Halaman Sekolah Dibiarkan Kumuh Dan Berantakan, Kepsek: Itu Bukan Urusan Saya

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, RARAR-X.net – Halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Penang Oloh 4 kecamatan Karang Penang kabupaten Sampang, sengaja dibiarkan kumuh dan berantakan.

Pasalnya, halaman sekolah tersebut merupakan taman tempat para murid bermain. Saat Jedah pelajaran nampak kumuh dan ditumbuhi semak belukar sehingga terkesan tidak terurus laksana hutan belantara yang nampak gersang.

Berdasarkan dari penelusuran dan investigasi awak media di lapangan, bahwa kekumuhan halaman sekolah tersebut memang sengaja dibiarkan oleh kepala sekolah dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Penang Oloh 4, karena dianggap bukan tanggungjawabnya.

Hal itu diungkapkan oleh H Zainal Ansyari S.Ag M.Pd, kepala sekolah (Kepsek) tersebut saat dikonfirmasi melalui via telepon selulernya pada Minggu, 13 Juni 2021.

Tidak hanya itu, beberapa wali murid dan masyarakat setempat pernah menegurnya pada pihak sekolah, namun tegoran tersebut terkesan diabaikan.

Saat dikonfirmasi oleh awak media H. Zainal Ansyari mengatakan, “Ya betul mas…! Memang sengaja saya biarkan, karena saya mengurus murid dalam belajar.” Jawabnya

“Saya sekarang tidak ke sekolah pak…! Lanjutnya. Bagi Saya yang penting anak-anak mau bersekolah, itu sudah cukup.” Singkat H. Zainal.

Menanggapi ungkapan dari (Kepsek) tersebut, Gerakan Masyarakat (Gemas) DPD Sampang angkat bicara hingga minta kejelasan Dinas Pendidikan kabupaten Sampang.

Ilham ketua Gemas sampang, sangat menyayangkan dan sedikit kecewa dengan statement yang diungkapkan kepsek sekolah Karang Penang Oloh 4 itu.

“Saya betul-betul kecewa dengan kinerja kepala sekolah Karang Penang Oloh 4 itu, karena ia hanya memikirkan kepentingan pribadinya hingga menyampingkan kepenting publik, termasuk kepedulian lingkungan sekolah.” Ucap Ilham penuh kecewa.

“Padahal selama Pandemi Covid-19 ini, kegiatan belajar mengajar berkurang, kenapa waktu tidak tatap muka dengan murid, tidak menyempatkan bersih-bersih lingkungan atau halaman sekolah.” Lanjut Ilham

Hingga berita ini dinaikkan, masih belum ada tindakan yang jelas dari Dinas Pendidikan kabupaten Sampang. (MK/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page