Aceh Tenggara, Radar-x.net – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Aceh Tenggara berupaya menekan angka stunting melalui program pemberian layanan melakukan pendataan, mulai pengantin, ibu hamil, ibu mengusui, dan anak dibawah 5 tahun.
Meningkatnya data stunting di Aceh Tenggara mencapai 34,1 persen, Sedangkan di Aceh 33,2 persen. Artinya di Aceh Tenggara rata di atas nasional. Kata Budi Afrijal Kepada Radar-x.net, Selasa (22/02/2022).
Untuk itu, mengurangi resiko anak mengalami stunting dapat dilakukan sejak masa Elsipil siap nikah siap hamil sebab mengungkapkan tahun 2022 pihaknya akan terus berupaya untuk memantau dan melaksanakan program pemeriksaan di desa masing- masing atau di pos yandu terdekat.
Karena itu, pihak BPPKB upaya melakukan membentuk Tim pendamping keluarga (TPK) yang
Ada di desa, terdiri dari tiga orang.
yaitu satu bidan desa, kader ibu PKk dan kader ibu BPPKB. Jadi ada 3 orang perdesa.dari 385 desa
sejumlah kader 1488.tersebar di Aceh Tenggara kata Budi.
Sementara itu, Sasaran yang kita upayakan untuk calon pengantin ibu hamil, ibu menyusui dan anak di bawah 5 tahun.
Budi Afrijal menghimbau kepada para calon ibu untuk dapat memanfaatkan layanan gratis yang ada di pos yandu terdekat atau melalui puskesmas diharapkan ibu yang mengandung, mendapatkan asupan gizi tambahan seperti makanan tambahan, vitamin yang sesuai standar kesehatan kalau dia belum memiliki vc kita akan surat dinas perkintan agar di bangun vc karna ini faktor lingkungan. Pungkas Budi Afrijal. (RH).














