SAMPANG, radar-x.net – H. Slamet Junaidi Bupati Sampang dibuat kesal oleh pemerintah Kabupaten Sampang sendiri setelah melihat kenyataannya bahwa pendataan terhadap masyarakat se-kabupaten Sampang terkait Data BLT tidak tepat sasaran atau asal mendata.
Hal itu disampaikan oleh orang nomor satu di kabupaten Sampang ini saat melakukan silaturrohim dan memberikan sembako pada warga Sampang yang kurang mampu dan warga yang seharusnya sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Rabu, 06/05/2020.
Seperti dikutip dari Media Putra bhayangkara.com, bahwa Bupati Sampang H. Junaidi sudah kesekian kalinya turun lansung ke desa-desa untuk mengetahui tentang keberadaan dan kondisi mereka selama di adakannya lockdown akibat Covid-19 ini. Diantaranya, desa yang dikunjungi adalah Desa Gunung Eleh kecamatan Kedungdung, Desa Bira tengah kecamatan Sokobanah, Desa Kembang Jeruk Kecamatan Banyuates. Dan di dampingi oleh Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo S.S.IK, MH., dan juga DANDIM 0828. Selasa 05-05-2020. Hingga dini hari pukul 08:30 WIB.
“Saya sangat peduli dengan masyarakat, apalagi masyarakat yang tidak mampu. Makanya saya selalu turun ke lapangan untuk mengecek keberadan masyarakat saya.
Terutama dalam hal bantuan atau program dari pemerintah, dan setelah saya tanyakan kepada salah satu warga, ternyata dia masih belum mendapatkan bantuan apapun. Padahal bantuan itu banyak, bukan hanya bantuan PKH saja,” kata Bupati.
Bupati Sampang juga membenarkan, bahwa pihaknya sudah konfirmasikan ke seluruh jajaran pemerintah Sampang, dari Dinsos, Camat dan Kades. Agar Semua harus di data dengan benar tidak asal-asalan.
“Saya berharap, Jangan sampai ada yang tumpang tindih data di antara program tersebut, agar bantuan bisa tersalurkan dengan baik seperti apa yang saya harapkan. Dan saya pastikan bagi masyarakat yang berhak itu semua harus mendapatkannya dan jangan ada alasan tentang data tersebut,” pungkas Bupati Sampang. (MK)














