![]() ![]() |
| Foto: Cho |
JEMBER – Jember kaya akan berbagai cita rasa kopi yang dimiliki oleh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) dirinya berharap Kopi lokal Jember bisa ‘mewabah’ di seluruh gerai cafe dan warung kopi yang ada di Jember, dan hal ini akan dimulai dari Pendopo untuk jamuan tamu-tamu kabupaten.
“Sebagai produk lokal, nanti tamu-tamu kabupaten harus disuguhi kopi asli jember, kita punya kopi sendiri, tentunya penyajian kopi nanti juga dikemas dan disajikan ala cafe yang lebih modern,” ujar Bupati Jember sebelum acara sertijab Direktur PDP dari Dirut Sujatmiko ke plt. Dirut Ir. Mirvano, Selasa (22/3/2016).
Faida juga berharap, agar pihak PDP benar-benar memasyarakatkan kopi asli jember, ke gerai-gerai sehingga masyarakat dengan mudah memperoleh kopi asli jember, “PDP harus lebih giat memasarkan produk kopi Kahyangan, jangan hanya di lingkungan perusahaan saja, tapi ciptakan warung rakyat serta yang bisa menyajikan kopio khas jember, nanti kita rumuskan nama kopi asli jember, nama Jember harus tercantum dalam kemasan,” ujar dr. Faida.
Untuk itulah Bupati Jember, Faida, terus mendorong produksi hulu-hilir minuman berwarna pekat tersebut dengan mengampanyekan konsumsi kopi produk lokal Jember. Menurutnya, potensi produk serta kualitas kopi Jember tak kalah dengan produk serupa dari luar daerah. “Tinggal bagamaina cara pengolahan serta pengemasannya sehingga kopi produk Jember bisa naik kelas serta memiliki nilai jual,” ujar Faida,
Acara sertijab dari dirut lama ke plt. Dirut PDP yang baru juga dibarengi dengan launching Pengenalan dan peluncuruan kopi Khayangan, Tak hanya itu, sebagai kepala daerah, Faida juga siap menjadi ujung tombak marketing segala produk lokal Jember, termasuk produk olahan kopi tersebut.
“Sehingga masyarakat kita kompak untuk menggaungkan bahwa Jember adalah kota kopi,” tandasnya.
Sebagai wujud keseriusannya, Faida berencana akan memodernisasi seribu warung kopi rakyat, dengan memberi pelatihan terlebih dulu kepada para pengelola warung kopi yang akan dilatih oleh kelompok muda barista Jember, dengan sistem berjaringan.
“Nanti serentak akan dimulai dari Pendopo Jember yang akan menyuguhkan kopi asli Jember kepada tamu-tamu kabupaten, bukan (kopi) dari yang lain. Tentunya dengan cara-cara penyajian ala café yang lebih modern,” katanya. (cho)














