Banyuwangi, RADAR_X.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengalokasikan anggaran APBD TA 2024 melalui Dinas PU Pengairan untuk Proyek pengadaan dan penanaman pohon Daerah Aliran Sungai ‘DAS. di wilayah 11 Selasa (16/7/2024).
Anggaran yang bersumber dari APBD TA 2024 Banyuwangi, terbagi menjadi 11 paket proyek.
Untuk masing-masing Korsda mendapat kan 1 paket proyek Pengadaan dan penanaman pohon DAS, dengan pagu anggaran masing masing paket sebesar Rp 199.023.060.00. Dari 11 paket proyek hanya di kerjakan oleh 3 rekanan CV, yaitu;
Cv Adi Putra Majestik, Cv Joyo Utomo Abadi
Cv Bagus Pratama Jaya.
Menurut Narasumber, Tampak ada indikasi penunjukan yang tidak ber keadilan, sebab banyak rekanan yang masih belum kebagian paket proyek di Dinas PU Pengairan Kab. Banyuwangi.
Hal ini menurut Narasumber yang dapat dipercaya, banyak menimbul kan pertanyaan dari rekanan yang merasa kesulitan untuk mendapat kan proyek.
“Tercium aroma tidak sedap terkait sistem pelaksanaan proyek pengadaan dan penanaman pohon DAS, pagu anggaran sebesar 199 juta lebih masing masing Korsda mendapat kan bibit sebanyak 2500 pohon terdiri dari bibit Pete, Alpokat, Nangka dan Durian, dengan estimasi harga per bibit sebesar Rp. 15.000.
Total untuk belanja bibit sebesar 2.500 x Rp. 15.000 = Rp. 37.500.000,-
Untuk ongkos tenaga kerja penanam bibit di serah kan ke masing masing juru air sebesar Rp. 350.000 per juru.” ucapnya Narasumber kepada Awak media yang ingin disebutkan namanya.
Lebih rinci dia menjelaskan, “Rata rata per Korsda terdapat 8 juru.
Total ongkos tenaga kerja sebesar Rp. 350.000 x 8 = Rp. 2.800.000.
Total belanja dan ongkos Tenaga kerja sebesar Rp. 37.500.000 + 2.800.000. = Rp. 40.300.000,-
Dengan nilai kontrak sebesar 199.923.060.00 ada kelebihan dana yang signifikan di Proyek Pengadaan dan Penanaman Pohon DAS di masing masing Korsda.” ungkapnya.
Herannya, beberapa kepala korsda justru enggan menjawab konfirmasi awak media prihal adanya amplop yang berisi ongkos tersebut dan beberapa sistem pelaksanaan program.
“Lebih jelasnya tanyakan kepada dinas saja mas,” Kata salah satu korsda yang enggan di sebutkan namanya.
Sementara itu, Dony pihak PPTK DPU Pengairan Banyuwangi saat dikonfirmasi hanya diam tanpa ada jawaban satu kalimat pun untuk memberikan penjelasan terhadap pertanyaan awak media.
Yang lebih miris lagi, Kepala DPU Pengairan Guntur Priambodo saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkesan Bumkam.
Sehingga, tayangan pemberitaan sampai hari ini belum mendapatkan tanggapan dari pihak-pihak terkait. (MD-Mun)














