BeritaEkonomi

Amin – Faida Siap Bangun Masyarakat Ekonomi Kawasan

×

Amin – Faida Siap Bangun Masyarakat Ekonomi Kawasan

Sebarkan artikel ini

Amin – Faida Siap Bangun Masyarakat Ekonomi Kawasan
Bupati Bondowoso Amin Said bersama dengan Bupati Jember dr. Faida MMR
 saat membatik bersama di Butik Rumah Batik Sumbersari, Foto: Ali,
JEMBER – Untuk menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pemerintah harus benar-benar mendorong dan mengawal Usaha Mikro, agar mutu dan kualitas produk lokal tidak kalah bersaing dengan luar negeri yang mulai masuk ke Indonesia, terlebih separo dari jumlah penduduk di negara-negara anggota MEA ada di Indonesia. Untuk mengantisipasi hal ini, Minggu (17/4/2016) Bupati Jember dan Bondowoso pada acara peresmian Galeri Batik Sumbersari Maesan yang diprakarsai oleh PT. Permodalan Nasional Madani (PT. PNM) cabang Jember, sepakat untuk membentuk masyarakat ekonomi kawasan di kedua kabupaten.
“Masyarakat MEA itu jumlahnya 500 juta yang tersebar di seluruh negara Asean, dan separo dari jumlah itu adalah masyarakat Indonesia, jika kita bisa mempertahankan produk di negeri sendiri, maka kita sudah bisa menguasai separo perekonomian Asean, jadi kita memperkuat produk lokal baik dari segi mutu, kualitas maupun kuantitas,” ujar Bupati Bondowoso Amin Said Husni.
Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Jember dr. Faida MMR, pada kesempatan tersebut, Faida juga meminta kepada pelaku UMKM dari Jember dan Bondowoso yang hadir untuk membiasakan diri mencintai produk lokal. “Agar produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk luar, mari kita mulai dari konsumsi kita diri kita sendiri, karena dengan demikian kita saling menguatkan, antara kabupaten Jember dan Bondowoso saling mengisi, jika ada produk yang dimiliki Jember dan tidak dimiliki Bondowoso, maka kami siap menyediakan, begitu juga sebaliknya, jika dilihat di acara seperti ini seharusnya minumannya produk asli Bondowoso,” sindir Faida bijaksana.
Wakil ketua Komisi VI DPR RI, Ir. Azam Azman Natawijaya yang hadir pada kesempatan itu menegaskan bahwa setiap produk lokal harus mempunyai ciri khas tersendiri, dan hal ini bisa dijadikan unggulan, seperti kain batik yang ada di wilayah eks Besuki, antara Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Situbondo ada perbedaan, tapi ada ciri khas yang tidak bisa dipisahkan jika mau mencermati.

“Kalau batik Bondowoso motifnya daun singkong, Jember daun Tembakau dan Banyuwangi Gajah Oling, tapi dari ketiga motif tersebut, pasti ada ciri khas yang sama walau tidak dominan, dan jika saya lihat batik yang dihasilkan oleh ketiga kabupaten tersebut, pasti ada ciri khas warna merahnya, sehingga saya saat melihat orang berkemeja batik yang ada warna merahnya, pasti bisa ditebak kalau itu produk dari Jawa Timur, karena ada unsur Maduranya,” ujar anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini.
Sementara usai mendengar penjelasan dari wakil ketua Komisi VI DPR RI, baik Bupati Amin Said Husni maupun bupati dr. Faida MMR sepakat untuk saling menguatkan memasarkan produk lokal, dan saling mengisi, “Kita sepakat ya pak Amin untuk membentuk Masyarakat Ekonomi Kawasan, bila perlu tidak hanya Jember dan Bondowoso saja, tapi juga kabupaten lain yang ada di wilayah Tapal kuda,” ujar Faida dengan mendapat sambutan positif Bupati Bondowoso Amin Said Husni. (ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page