BANYUWANGI, RADAR-X.net – “Terima kasih bapak dinas, jalan raya kami telah diperbaiki”. Sedikit ulasan kata warga sekitar Jl. Raya Gambiran yang sudah terjangkau oleh pihak satgas jalan berlubang.
Namun dari ucapan syukur warga tersebut, tersirat rasa tidak puas. Pasalnya, pengerjaan tambal sulam jalan tersebut justru terkesan asal tertutup.
Bagaimana tidak, secara terang warga Gambiran UP mengatakan, tambal sulam tersebut dilakukan pada waktu turun hujan Kamis (27/3) sore. Bahkan dalam kondisi jalan yang akan ditambal tertutup air masih saja lanjut.
“Saat ini masih terlihat bagus karena telah di tambal, namun apakah sistem cara kerja seperti itu akan bertahan lama, kadar bahan aspal yang bercampur air tentu akan menyebabkan rongga-rongga yang bercampur dengan air dalam aspal itu sendiri. Yang Kami herankan kenapa pekerjaan tersebut dibiarkan begitu saja. Sungguh sangat ironis apabila anggaran pemerintah hanya sekedar dijadikan formalitas belaka,” beber UP
Sementara melihat hasil yang sampaikan warga Gambiran tersebut, Humas komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) Herman Atmaja mengatakan, untuk Satgas tambal sulam jalan sendiri sebenarnya tempo hari telah kami persoalkan ke pihak DPUCKPP kabupaten Banyuwangi, namun jawaban mereka justru landai-landai saja.
“Pihak rekanan kian sembrono, dan memang sangat benar jika warga sendiri menilai pekerjaan tersebut asal jadi, faktanya bisa dilihat hasilnya dan tidak perlu mengunakan kacamata berlensa, tidak karuan, kasar dan tipis dan bisa dikatakan produk aspal prematur. Semisal diberhentikan pun tidak mungkin karena yang pasti pihak CV akan rugi dari bahan aspal yang telah di bawah,” pungkas Herman Atmaja humas IWB.
(fir)














