JEMBER, RADAR-X.net – Bersamaan dengan hari lahir Pancasila, puluhan pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Wuluhan Cabang Jember, Pusat Madiun lakukan giat pengecatan dan memperbaiki tugu Pancasila di sejumlah titik di daerah sekitar.
Menurut Ketua Ranting Wuluhan, Muhaimin mengatakan, hal itu dilakukan sebagai salah satu cara menumbuhkan jiwa patriotisme seorang pendekar.
“Dalam rangka menumbuhkan jiwa patriotisme pendekar, bagaimana menghargai para pejuangnya. Karena Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan tidak mudah,” ungkap Muhaimin, disela-sela kegiatan, Selasa (01/06/2021).
Menurutnya, tinggal bagaimana generasi bangsa bisa mengisi kemerdekaan, salah satunya menumbuhkan rasa cinta dan siap membela keutuhan NKRI dalam pelaksanaannya.
“PSHT adalah bela diri asli lahir dan diciptakan bangsa Indonesia. Jangan sampai kebanggaan ini diambil bangsa luar,” harap Muhaimin.
Pria yang getol melestarikan budaya bela diri ini yakin, isu negatif yang belakangan ini menerpa PSHT adalah ujian dan bagian dari sebuah perjuangan.
“Karena ajaran PSHT sendiri tidak seperti yang mereka tafsirkan. Kita ada dan siap untuk Indonesia ketika kita dibutuhkan,” tegasnya.
Ditanya sejauh mana langkah PSHT melawan isu negatif yang berujung wacana perobohan tugu dan pembekuan terhadap perguruan silat, dirinya memilih tetap berpikir positif.
“Persoalan perselisihan antar pesilat di Kabupaten Jember, tidak perlu terkesan dibesar-besarkan. Apalagi ada wacana pembekuan. Apakah tidak ada solusi lain, misalkan deklarasi damai,” papar Muhaimin.
Lebih jauh Muhaimin menegaskan, hadirnya Pencak Silat di bumi nusantara, justru menjadi simbol kebanggaan dan patut dilestarikan.
“Jangan sampai pemimpin kita hanya membangga-banggakan budaya asing dari pada budayanya sendiri. Karena kalau hal ini sampai terjadi, bisa bahaya, Tetapi biarkan saja publik yang menilainya. Bahwa karakter pendiri PSHT ini adalah pahlawan perjuangan,” ucap Muhaimin.
“Beberapa tahun silam, Ketua Umum periode sebelumnya almarhum Kang Mas Tarmadji menegaskan, bahwa pendekar PSHT itu siap menjadi garda terdepan jika ada sesuatu yang bersifat mau merongrong Pancasila, kita sudah berikrar, sejak tahun 1974. Siapa saja yang akan menggoyang pancasila dan UUD 1945. Pendekar PSHT siap digaris depan,” tegas Muhaimin. (Ltf)














